Naga Biru di Shanghai Tourism Festival 2012

blue dragon

Untuk ke-23 kalinya Shanghai Tourism Festival digelar oleh Pemerintah Kota Shanghai, yang tahun ini dilaksanakan dari tanggal 15-23 September 2012. Pembukaan festival yang dihadiri Walikota Shanghai, para tamu undangan dan sebagian besar warga Shanghai diawali dengan pelaksanaan pawai kendaraan hias sebanyak 21 buah dan 30 group/delegasi dari berbagai kota/provinsi di RRT dan perwakilan negara-negara asing, termasuk delegasi Indonesia yang dipimpin langsung Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamen Parekraf) Sapta Nirwandar.

Dalam pawai yang dikemas padat dan menarik selama sekitar 1,5 jam dan digelar di sepanjang Huaihuai Road yang berjarak sekitar 2,2 km tersebut, delegasi Indonesia menampilkan sebuah kendaraan hias berbentuk anak naga berwarna biru dengan tulisan ‘Wonderful Indonesia’ di sisi kiri dan kanannya. Bernomor urut 15, sang naga biru, yang terlihat imut-imut tersebut, diiringi sekitar 50 pemuda-pemudi Indonesia yang mengenakan pakaian daerah dari Jawa, Sumatera, dan Bali. Saat berada di depan panggung kehormatan, para pemuda-pemudi tersebut kemudian menampilkan tarian kombinasi dari berbagai daerah selama sekitar 2 menit.

Sambutan hangat menggema dari para hadirin begitu melihat kehadiran delegasi Indonesia yang cukup atraktif. Beberapa penonton di sekeliling saya bisa langsung mengenali pakai daerah Bali berupa ikat kepala dan kain kotak-kotak hitam-putih. Kalau sebagian masyarakat Shanghai tersebut bisa mengenali salah satu pakai daerah Bali karena sebagian besar dari mereka memang pernah berwisata ke pulau dewata. Dan dari penjelasan para tour operator di Shanghai yang sempat saya temui sebelumnya, sejauh ini Bali memang menjadi tempat tujuan wisata terfavorit masyarakat Shanghai. Bahkan bukan hanya Shanghai, tetapi juga sebagian besar warga masyarakat RRT.

Selain Indonesia, ikut serta pula kendaraan hias dan delegasi antara lain dari Rusia, Ukraina, Italia, Perancis, Swiss, Skotlandia, Swedia, Turki, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Korea, serta beberapa provinsi di RRT seperti Xinjiang dan Jianshu. Menurut informasi, sebenarnya kendaraan hias dan delegasi dari Jepang pun akan ikut serta dalam pawai dan kegiatan festival, namun karena krisis politik antara kedua negara menyangkut kepemilikan pulau Diaoyu, demi alasan keamanan, delegasi Jepang menarik keikutsertaannya pada saat akhir.

Terkait keikutsertaan delegasi Indonesia dalam pawai dan Shanghai Tourism Festival, menurut Wamen Parekraf Sapta Nirwandar hal tersebut tidak terlepas dari upaya untuk mempromosikan dunia pariwisata Indonesia di RRT secara terus menerus. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama seluruh semua pihak terkait seperti Perwakilan-perwakilan RI di RRT dan tour operator, berkeinginan untuk menarik sebanyak mungkin wisatawan RRT ke Indonesia. Dengan outbound tourism RRT sekitar 40 juta pada tahun 2011 lalu, tidak berlebihan jika Indonesia menargetkan jumlah kunjungan wisatawan RRT sebanyak 1 juta atau sekitar 2,5 persennya saja. Terlebih jumlah wisatawan RRT ke Indonesia pada tahun 2011 sudah mencapai sekitar 700 ribuan wisatawan.

Untuk itu, selain mengikuti berbagai kegiatan promosi berskala besar untuk menjaring calon wisatawan RRT, dilakukan pula sejumlah strategi khusus antara lain dengan melakukan penjualan paket-paket wisata skala kecil namun berkesinambungan di berbagai tempat seperti mall. Selain itu dilakukan pula upaya untuk membuat paket-paket kunjungan wisata yang spesifik, misalnya paket wisata menyelam, golf dan penyelenggaraan konperensi. Beberapa lokasi menyelam yang terkenal di Indonesia seperti Bunaken, Raja Ampat dan Derawan bisa menjadi pilihan menarik bagi wisatawan RRT.

Leave a Reply

Silahkan komentar menggunakan akun facebook

Your email address will not be published. Required fields are marked *