Pak, Panggilan Lazim di ASEAN

bapakThank you Pak Peter, for your comment and suggestion”, begitu disampaikan Ketua Delegasi Thailand saat menanggapi komentar dan usulan Ketua Delegasi Singapura pada suatu pertemuan para pejabat tinggi ASEAN.  Penggunaan kata “Pak” ini mengikuti kebiasaan para pejabat atau peserta Indonesia yang setiap hadir pada pertemuan-pertemuan ASEAN selalu memanggil koleganya-nya dengan panggilan “Pak” bukan Mister seperti dalam bahasa Inggris.

Seringnya penggunaan kata “Pak” untuk memanggil seseorang menjadikan kata tersebut sebagai suatu kata yang lazim di ASEAN. Bahwa kata “Pak”, kependekan dari “Bapak”, lazim digunakan dalam pertemuan ASEAN memperlihatkan bahwa kata tersebut telah menginternasional, setidaknya di kawasan ASEAN.

Entah sejak kapan kata “Pak” menjadi lazim digunakan dalam pertemuan ASEAN, namun sepertinya memang pejabat dan peserta Indonesia lah yang memulainya. Adalah mantan Presiden RI ke-2, Soeharto, yang sering memanggil mitranya dengan “Pak”, terutama kepada PM Malaysia Mahathir Muhammad (Pak Mahathir), dan PM Singapura Lee Kuan Yew (Pak Lee).

Kebiasaan Kepala negara RI saat itu yang memanggil mitranya dengan sebutan “Pak”, kemudian diteruskan pejabat-pejabat Indonesia lainnya. Kini bukan hanya kepala negara dan menteri, tetapi juga pejabat-pejabat di tingkat bawahnya memanggil mitranya dengan sebutan “Pak”.

Saya sich senang-senang saja kata “Pak” lazim dipergunakan di ASEAN. Tidak perlu ada kekhawatiran kata ”Pak” diklaim negara lain. Jangan berlebihan dan paranoid lah bahwa bahwa kata tersebut diakui orang lain.


Kalau perlu, setelah kata “Pak”, kita bisa mempopulerkan kata “Bu” (kependekan dari Ibu), menggeser kata “Madam” yang saat ini lebih sering digunakan. Ini bisa dimulai pada saat kita bertemu seseorang, misalnya “nice to meet you bu Gloria Macapagal Arroyo ” “How are you bu?”. Selain itu, masih ada lagi enggak ya kata-kata lainnya?

One Response to Pak, Panggilan Lazim di ASEAN

  1. meong says:

    itu sama dengan yang kami lakukan disekolah internasional tempat saya bekerja. kami memanggil para guru bule itu dengan sebutan pak X atau bu Y,

    Senang juga sih rasanya meng-indonesiakan-bahasa sendiri hehe(atau apalah istilahnya)

Leave a Reply

Silahkan komentar menggunakan akun facebook

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen + eighteen =