Promosi ASEAN di Belanda

“Ya, this is ASEAN. I mentioned in my opening remarks” seru Diplomat Senior dan Mantan Menteri Pertahanan Belanda Willem Van Eekelen ketika mengunjungi anjungan “ASEAN Corner” Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Ditjen KSA Kemenlu RI) di Pasar Malam Indonesia (PMI) di Den Haag yang berlangsung dari tanggal 1 s/d 7 April 2011.

Kedatangan Van Eekelen disambut hangat oleh Staf Ditjen KSA yang bertugas. Di anjungan berukuran 3X6 meter ini Van Eekelen melihat-lihat benda-benda yang dijadikan alat promosi mengenai ASEAN seperti buku-buku ASEAN, pin. pembatas buku, sticker dan pulpen. Usai melihat-lihat benda pameran, Van Eekelen pun berfoto bersama di depan dinding ASEAN Corner yang sudah disiapkan untuk para pengunjung yang ingin berfoto.

Usai berfoto bersama, Van Eekelen kemudian menyempatkan diri berbincang-bincang dengan staf Ditjen KSA mengenai perkembangan ASEAN. Van Eekelen menyambut baik keberadaan ASEAN Corner di PMI, karena bicara Indonesia, pastinya juga akan membicarakan ASEAN. Van Eekelen melihat “jika Belanda bisa menjadi pintu gerbang Eropa, maka Jakarta pun bisa menjadi pintu gerbang Asia Tenggara”. Apalagi ASEAN dan Uni Eropa memiliki kesamaan cita-cita dan bersungguh-sungguh melaksanakan hal-hal yang telah disepakati. Van Eekelen yakin jika semua upaya tersebut dilakukan dengan baik, maka pada gilirannya dapat pula meningkatkan hubungan ASEAN-Uni Eropa.

Menanggapi pandangan Van Eekelen, staf Ditjen KSA menyampaikan bahwa selama ini hubungan bilateral Indonesia dan Belanda terus meningkat, dan peningkatan tersebut ternyata juga diikuti oleh peningkatan hubungan ASEAN dan Uni Eropa. Bahkan berdasarkan data statistik, Uni Eropa merupakan mitra dagang terbesar kedua bagi ASEAN setelah China. Karena itu disampaikan pula bahwa sebagai salah satu negara terkaya di Uni Eropa, Belanda bisa lebih berperan dalam menentukan kebijakan eksternal Uni Eropa, khususnya terhadap ASEAN. Untuk itu melalui kehadiran ASEAN Corner di PMI, diharapkan berbagai lapisan masyarakat di Belanda, terutama masyarakat Indonesia yang tinggal di Belanda dan masyarakat Belanda yang memiliki ikatan emosional dengan Indonesia, dapat mengenal ASEAN dan proses pembentukan Komunitas ASEAN 2015.

Untuk itu, guna mengenalkan ASEAN, di anjungan ASEAN Corner disiapkan berbagai sarana promosi seperti dvd, brosur, pin, pulpen, dan pembatas buku bergambar batik dan ASEAN. Selain itu, khusus pengunjung anak-anak, mereka dilibatkan dalam kegiatan menggambar mengenai ASEAN. Sebelum menggambar, anak-anak diberi penjelasan mengenai ASEAN dan beberapa contoh gambar masyarakat ASEAN yang terdapat di buku, kartu pos dan poster. Setelah itu barulah anak-anak diberikan kertas kosong dan crayon untuk menggambar bebas mengenai ASEAN. Dari gambar yang dibuat anak-anak tersebut, beberapa gambar terlihat cukup menarik dan memperlihatkan keingintahuan anak-anak mengenai Indonesia dan ASEAN.

Selain kegiatan di anjungan ASEAN Corner, para staf Ditjen Kerjasama ASEAN juga aktif berbagi tugas dalam berbagai kegiatan seperti wawancara radio, sosialisasi ASEAN ke sekolah setempat dan ikut serta dalam kegiatan “Forum Indonesia Today”. Khusus untuk Forum Indonesia Today, bertindak sebagai pembicara adalah Duta Besar RI untuk ASEAN Ngurah Swajaya yang menjelaskan soal kepemimpinan Indonesia di ASEAN.

Dari 3 hari pertama penyelengaraan PMI, terlihat tingginya antusiasme masyarakat Belanda untuk mengenal ASEAN. Tidak mengherankan jika bahan-bahan promosi yang disediakan pun cepat berkurang. Hal ini tentu saja menggembirakan karena itu berarti bisa diharapkan adanya peningkatan pengenalan mengenai ASEAN.

Yang juga menggembirakan, selain mempromosikan ASEAN, melalui kegiatan ASEAN Corner, Kemenlu RI juga berkesempatan menerima masukan dari para pengunjung terkait masa depan ASEAN, terutama terkait pembentukan Komunitas ASEAN 2015. Salah satu masukan tersebut terkait pembentukan mata uang tunggal, dimana diperoleh masukan agar ASEAN tidak terburu-buru menetapkan mata uang tunggal. Karena dari pengalamanan masyarakat Belanda, begitu mata uang diberlakukan, harga-harga meningkat tajam sedangkan penghasilan tetap.

Secara keseluruhan, upaya Ditjen KSA mendiseminasi informasi mengenai ASEAN ke berbagai lapisan masyarakat di Belanda melalui pembuatan ASEAN Corner di PMI 2011 ini dapat dikatakan cukup berhasil. Lewat penjelasan dan pendistribusian berbagai bahan promosi yang memuat tautan ke berbagai sumber informasi tentang ASEAN, diharapkan masyarakat Indonesia yang tinggal di Belanda dan masyarakat Belanda sendiri dapat menindaklanjutinya dengan menelusuri sendiri sumber-sumber informasi yang diperlukan mengenai ASEAN.

Leave a Reply

Silahkan komentar menggunakan akun facebook

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 − 6 =