Alibaba, Yahoo dan Lobi Politik

Menjelang berakhirnya tahun 2011, Alibaba Group, perusahaan internet raksasa China yang berkedudukan di Hangzhou, membuat gebrakan dengan menyewa jasa perusahaan pelobi “Duberstein Group Inc” milik Kenneth Duberstein, mantan Kepala Kabinet semasa pemerintahan Presiden AS Ronald Reagan.

Rumor pun mencuat bahwa Alibaba Group memerlukan pelobi karena memang berkeinginan membeli salah satu perusahaan internet raksasa AS, Yahoo Inc., yang saat ini tengah bermasalah pasca pemecatan CEOnya Carol Bartz. Rumor yang sepertinya dibenarkan CEO dan ChairmanAlibaba Group, Jack Ma, yang mengatakan kepada Bloomberg News bahwa pembicaraan mengenai kemungkinan pembelian keseluruhan saham Yahoo Inc. sebenarnya sudah dilakukan, namun tertunda karena isu politik.

Spekulasi bahwa Alibaba Group akan membeli Yahoo Inc. sendiri berawal dari pernyataan Jack Ma dalam suatu acara di Standford University tanggal 1 Oktober 2011. Dalam acara tersebut Jack Ma mengatakan ketertarikannya untuk membeli Yahoo Inc., dan untuk itu pihaknya telah didekati sejumlah lembaga pendanaan potensial yang akan merealisasikan keinginannya.

Di tengah pasang surut hubungan China dan AS, pengambilalihan salah satu perusahaan internet raksasa AS oleh perusahaan China memang seperti mengibarkan bendera perang di Washington. Pengambilalihan tersebut akan meningkatkan tensi hubungan China dan AS mengenai keamanan internet, apalagi terdapat dugaan bahwa sejumlah cyber attacks dilakukan hacker-hacker China.

Masalah lain yang dihadapi Alibaba Group adalah kondisi psikologis dan perilaku masyarakat AS yang khawatir adanya keterkaitan antara perusahaan-perusahaan China dengan pemerintahnya, sehingga jika perusahaan China menguasai Yahoo Inc., bisa saja pemilik akun Yahoo akan dikenakan ketentuan hukum internet yang berlaku di China.

Sebagai sebuah perusahaan swasta murni dimana pemerintah China tidak memiliki saham sedikitpun di dalamnya, Alibaba Group tentu saja berkeinginan agar langkahnya membeli perusahaan AS bisa berjalan mulus. Karena itulah peyewaan jasa pelobi AS merupakan langkah cerdik yang diperlukan untuk meredakan tekanan politik dan memunculkan suasana kondusif yang memungkinkan bagi Alibaba Group dan Yahoo Inc. mencapai suatu kesepakatan.

Jika rencana Alibaba Group membeli Yahoo Inc. berhasil, maka hal tersebut akan menandai langkah ambisius Alibaba dalam meluaskan jangkauannya di AS, sekaligus memantapkan penguasaan pasar di dalam negeri China. Berbeda dengan sejumlah perusahaan China yang mengalami hambatan saat memasuki AS, Alibaba termasuk beruntung karena sebenarnya sudah diterima terlebih dahulu di negerinya Obama.

Menurut juru bicara Alibaba, saat ini diperkirakan lebih dari 3 juta pelaku usaha kecil dan menengah AS terdaftar di Alibaba.com dan menggunakan situs tersebut untuk mencari berbagai produk dari seluruh dunia, menjadikan usahanya lebih efisien menguntungkan, dan membuka kesempatan bagi mereka utuk membuka lapangan kerja. Selain itu, perusahaan raksasa AS seperti Procter & Gamble menggunakan situs Alibaba lainnya, Taobao.com, untuk menjangkau konsumen China.

Sebagai sebuah perusahaan internet yang didirikan pada tahun 1998, Alibaba Group telah tumbuh dan berkembang sebagai perusahaan internet raksasa di China yang memiliki banyak layanan seperti jual beli, mesin pencari belanja, dan layanan cloud computing dengan puluhan ribu pekerja yang tersebar di berbagai negara seperti AS dan Inggris. Dan ekspansi kepemilikan atas Yahoo Inc. merupakan salah keberhasilan perusahaan-perusahaan China untuk go global seperti yang diharapkan dalam pembangunan ekonomi yang dilakukan Pemerintah China. Ekspansi yang bukan sekedar ekspor produk Made in China yang dikenal sebagai barang KW, tapi sudah merambah ke teknologi maju.

Leave a Reply

Silahkan komentar menggunakan akun facebook

Your email address will not be published. Required fields are marked *