Monthly Archives: January 2012

Semarak Imlek di Beijing

Warga Beijing meluapkan kegembiraan menyambut pergantian Tahun Baru Lunar dalam sistim penanggalan China yang jatuh pada 23 Januari 2012 dengan menyalahkan petasan dan kembang api secara besar-besaran. Suhu udara minus 12 tidak menyurutkan semangat warga Beijing untuk menyalakan petasan dan kembang api di wilayahnya masing-masing.

Sejak Minggu sore (22/01/2012), sebagian warga Beijing yang belum sempat membeli petasan dan kembang api terlihat ramai mendatangi berbagai kios penjualan petasan dan kembang api yang sudah diijinkan untuk berjualan sejak dua hari sebelum tahun baru. Mereka membeli beragam bentuk petasan dan kembang yang harganya mulai puluhan Yuan hingga ribuan Yuan. Karenanya tidak mengherankan jika bunyi letusan petasan sudah mulai terdengar dan nyala kembang api terlihat di berbagai tempat sejak sore hari itu pula.

Tradisi Mudik Tahun Baru Imlek di China

“Wah jalanan di Beijing dalam beberapa hari terakhir ini lancar ya, biasanya perlu waktu hampir 1 jam, sekarang 30 menit saja sudah sampai?” Komentar teman saya usai menempuh perjalanan dari kantornya di Dongzhimenwai ke sebuah kantor pemerintahan di Tian anmen.

“Iya, setiap menjelang tahun baru China, jalan-jalan di Beijing memang relatif lebih lancar. Karena banyak warga Beijing yang sudah kembali ke kampung halamannya untuk mudik merayakan imlek”, jelas teman saya yang lain yang ikut dalam perjalanan tersebut.

Mendengar percakapan kedua teman saya tersebut, saya hanya tersenyum-senyum. Kok mirip ya seperti suasana di Jakarta menjelang atau saat Idul Fitri, dimana jalanan menjadi lebih lenggang.

2012 China-ASEAN New Year Party in Beijing

On Jan. 16 2012, 2012 China-ASEAN New Year Party was held in Beijing. Six ASEAN Ambassadors to China and four representatives for ambassadors, (in the picture i am on the right, represented Indonesian Ambassador, H.E. Imron Cotan),  Vice Chairman of CCPIT Mr. Yu Ping, Chinese Ambassador to ASEAN Ms. Tong Xiaoling, Executive Secretary-General of CABC Chinese Secretariat Mr. Xu Ningning were in a toast to wish China and ASEAN to cooperate for development in the Dragon’s Year. CABC Chinese Secretariat sponsored the Party.

Belajar Tersenyum Dari China

Tersenyumlah, maka dunia pun akan tersenyum bersamamu. Begitu sebuah kata-kata bijak yang sering saya dengar. Perkataan yang menegaskan arti penting senyuman dalam kehidupan kita. Lewat senyum seseorang bisa menunjukkan rasa senang, gembira, suka dan sebagainya. Senyum itu menyehatkan dan memberikan keberuntungan bagi mereka yang tersenyum. Bahkan dengan senyum tulus, hal buruk bisa menjadi baik, kesepakatan bisnis bisa dilakukan dan kita pun mudah mendapatkan teman dimanapun berada.

Dan mesti sudah mengetahui arti penting senyum, tampaknya tidak semua orang bisa tersenyum dengan baik, apalagi sampai memenuhi kriteria tertentu misalnya harus dapat memperlihatkan 6-8 gigi saat tersenyum dan senyum paling tidak selama 10 menit.

Heboh Perangko Tahun Naga

Tidak lama lagi penanggalan China akan memasuki tahun yang disebut sebagai Tahun Naga 2012. Dan untul menyambut tahun tersebut, kantor pos China menerbitkan perangko edisi khusus bergambar naga bertubuh merah dan bersisik emas dengan wajah menyeringai dan cakar kedua tangan yang siap mencengkeram. Di hari pertama penjualan (05/01), perangko tersebut ternyata langsung diburu para filatelis. Di tengah dinginnya udara Beijing, orang-orang rela antri di depan kantor pos sejak pukul 4 pagi untuk memesan perangko baru tersebut sebagai souvenir atau investasi. Sementara pada saat yang bersamaan disain perangko tersebut ramai dibicarakan sebagian anggota masyarakat yang menilai gambar naganya sangat menakutkan dan bisa mengirimkan sinyal kepada dunia mengenai keangkuhan China.

Seperti diberitakan harian China Daily, sebagian anggota masyarakat China menyuarakan ketidaksetujuannya lewat mikroblog (weibo) dengan mengatakan bahwa gambar naga tersebut tidak sesuai dengan gambaran China pada umumnya. Naga yang terdapat pada gambar tersebut terlihat sangat menakutkan dan tidak bersahabat. Terdapat kesan bahwa melalui gambar naga tersebut, China ingin membenarkan sikapnya yang angkuh, agresif dan berniat mencengkeram siapapun serta tidak bersahabat. Sehingga tidak sedikit yang kemudian mengusulkan dengan nada sarkastis bahwa gambar naga tersebut cocok untuk dijadikan maskot Kementerian Luar Negeri China.

Uji Nyali Kuliner di Wangfujing

Bagi kebanyakan orang, memakan jangkrik, kaki seribu, kalajengking, kumbang, laba-laba,bintang laut, ulat sutra atau kadal merupakan suatu kegiatan yang tidak pernah terbayangkan bahkan menjijikkan. Jika pun harus memakannya, sepertinya diperlukan nyali ekstra untuk mengatasi rasa takut dan jijik. Namun tidak demikian halnya dengan sebagian masyarakat China yang terbiasa memakan apapun, termasuk serangga dan reptil yang dimakan sebagai cemilan dengan penuh kenikmatan.

Pemandangan tersebut saya saksikan langsung dii Wangfujing Street, sebuah kawasan wisata di Beijing, dimana para para pengunjung, khususnya orang-orang China, membeli dan memakan kumbang, kelabang atau kuda laut, yang ditusuk dengan sebatang bambu menyerupai sate. Dengan sangat asyiknya mereka memakan sate-sate unik tersebut seperti halnya memakan sate ayam. Tidak terdapat kesan takut atau jijik ketika menyantap makanan tersebut.