Diplomasi Ondel-Ondel di Tiongkok

“Nyok kita nonton ondel-ondel, nyoook …, Nyok kita ngarak ondel-ondel, nyoook …”, begitu ajakan Rani dalam bahasa Mandarin kepada para undangan yang hadir pada acara “Gala Dinner Jakarta Roadshow 2012 di Chengdu, Provinsi Sichuan, Tiongkok, Jumat, 8 Juni 2012. Awalnya para hadirin, yang berjumlah sekitar 200 orang dan berasal dari perwakilan industri pariwisata di Chengdu, tidak paham terhadap ajakan Rani, tetapi setelah diberi penjelasan dan contoh, para tamu undangan pun dengan penuh semangat menirukan ajakan Rani dan ikut berteriak “Nyook …”.

Malam itu, Rani, penyanyi yang dikenal fasih menembangkan lagu-lagu Mandarin, menjadi bintang pada acara gala dinner yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dalam rangka mempromosikan potensi pariwisata di DKI Jakarta kepada masyarakat Tiongkok. Diiringi alat musik gambang kromong yang dimainkan group kesenian yang dibawa Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta, Rani terlihat begitu fasih dan komunikatif menembangkan lagu-lagu Betawi yang diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin seperti “Ondel-ondel”, “Jali-jali” dan “Dayung Sampan”. Bukan hanya menembangkan lagu, ia pun mengajak beberapa penonton naik ke atas panggung untuk bernyanyi dan menari bersama.

Hadir sebagai tamu kehormatan pada acara malam itu adalah Duta Besar RI untuk RRT dan Mongolia, Imron Cotan, serta beberapa staf Kedutaan Besar RI di Beijing. Sementara dari Jakarta hadir Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Ari Budiman, dan anggota DPRD dari Komisi Ekonomi, Taufik Ashari, serta sekitar 15 orang perwakilan industri pariwisata di Jakarta.

Dalam sambutannya, Duta Besar Imron Cotan mengajak para undangan yang mewakili kalangan industri pariwisata untuk bersama-sama mendorong masyarakat di Chengdu dan Provinsi Sichuan untuk berkunjung ke Indonesia, terutama Jakarta, baik dalam rangka kunjungan usaha ataupun wisata.

“Silahkan datang ke Jakarta, Indonesia, baik untuk melakukan kunjungan usaha ataupun wisata. Dijamin anda akan tertarik dengan budaya, keindahan alam dan berbagai obyek wisata yang tersedia disana. Anda pun tidak akan merasa asing dengan suasana kota dan sajian kulinernya yang memiliki banyak kesamaan serta aman untuk dikunjungi”, begitu disampaikan Duta Besar Imron Cotan.

Melengkapi ajakannya, Duta besar Imron Cotan menyampaikan informasi kepada masyarakat Chengdu mengenai rencana pembukaan jalur penerbangan langsung Chengdu-Jakarta oleh maskapai penerbangan Garuda Indonesia dalam waktu dekat. Dengan adanya jalur penerbangan langsung tersebut, maka masyarakat di Chengdu dan kota-kota lainnya di Provinsi Sichuan akan lebih mudah untuk berkunjung ke Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia. Terlebih direncanakan pula bahwa dalam penerbangan tersebut akan disiapkan pelayanan pemberian visa on board.

Di bagian lain sambutannya, Duta Besar Imron Cotan menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi wisata Jakarta kepada masyarakat Tiongkok. Kegiatan semacam ini merupakan bagian dari kegiatan diplomasi budaya yang penting untuk meningkatkan saling pemahaman antar masyarakat kedua negara.

Dikemukakan pula oleh Duta Besar Imron Cotan bahwa sejalan dengan meningkatnya perekonomian dan tingkat kesejahteraan masyarakat Tiongkok, jumlah wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke luar negeri terus meningkat dari tahun ke tahun. Data Organisasi Pariwisata Dunia menunjukkan bahwa terdapat 57 juta wisatawan Tiongkok yang melancong ke luar negeri pada tahun 2010. Jumlah tersebut diperkirakan akan naik menjadi 100 juta pada tahun 2015. Dengan mempertimbangkan jumlah wisatawan yang sangat besar tersebut dan potensi ekonominya, Indonesia telah mencanangkan target 1 juta kunjungan warga Tiongkok pada tahun 2013. Jumlah tersebut optimis dapat tercapai jika mengingat jumlah kunjungan warga Tiongkok ke Indonesia pada tahun 2011 sudah mencapai sekitar 700 ribuan orang.

Menanggapi sambutan yang disampaikan Duta Besar Imron Cotan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Ari Budiman, di sela-sela acara gala dinner, menyampaikan bahwa sejalan dengan target pencapaian 1 juta kunjungan, pihaknya mengharapkan agar sekitar 20 persen di antaranya melakukan kunjungan ke Jakarta. Untuk itu pihak akan terus aktif melakukan roadshow promosi pariwisata di Tiongkok seperti yang dilakukan pada tahun 2012 ini, dimana selain melakukan promosi di Chengdu, roadshow juga dilakukan di Shanghai (6 Juni 2012) dan Shenzhen, Provinsi Guandhong (11 Juni 2012).

Ditambahkan oleh Ari Budiman bahwa dari promosi di kedua kota saja, Shanghai dan Chengdu, terlihat antusiasme para pelaku industri pariwisata Tiongkok untuk mengajak masyarakat Tiongkok berkunjung ke Indonesia, khususnya Jakarta. Hal ini antara lain terlihat dari besarnya angka transaksi yang diraih saat pertemuan business-to-business antara pelaku industri pariwisata Tiongkok dengan sekitar 15 perwakilan industri pariwisata Indonesia yang ikut dalam kegiatan tersebut. Dari hasil perhitungan sementara, diperkirakan transaksi rata-rata yang diraih di setiap kota untuk kegiatan tahun 2012 adalah sebesar US$ 600 ribu.

Dijelaskan oleh Ari Budiman bahwa mengingat karakteristik pasar RRT yang masih mengutamakan group travel, maka hasil transaksi business-to-business dalam kegiatan promosi dapat menjadi tolok ukur keberhasilan promosi dan perkembangan industri pariwisata dalam negeri. Karenanya Pemda DKI juga berencana menjajaki peluang kerjasama pariwisata dengan propinsi-propinsi di wilayah utara RRT pada tahun mendatang.

Menggarisbawahi apa yang disampaikan Duta besar Imron Cotan bahwa kegiatan “Jakarta Roadshow 2012” sebagai bagian dari diplomasi budaya yang penting untuk meningkatkan saling pemahaman antar masyarakat kedua negara, maka selain melakukan promosi intensif di Tiongkok, saya memandang mengenai perlunya Pemda DKI Jakarta untuk belajar dari pemerintah-pemerintah daerah di Tiongkok dalam mengelola industri pariwisatanya dan menarik wisatawan, misalnya dalam hal pengelolaan kawasan kota tua sebagai objek wisata..

Pemda DKI Jakarta kiranya juga mesti lebih cerdas dalam menawarkan objek dan kegiatan wisata agar lebih kompetitif dengan kota-kota lain di ASEAN ataupun di Tiongkok sendiri. Beberapa objek wisata yang kiranya dapat dikembangkan dan ditawarkan adalah wisata pantai dan golf yang dikaitkan dengan kegiatan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions).

Wisata pantai di kawasan Pulau Seribu misalnya bisa menjadi pilihan yang menarik untuk wisata dan pertemuan jika dikelola dan didukung kemudahan transportasi serta akomodasi yang sangat baik. Begitu pun dengan wisata golf bisa menjadi pilihan mengingat sejauh ini biaya bermain golf di Tiongkok lebih mahal dibanding di Jakarta.

Dalam kaitan tersebut di atas, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta misalnya bisa mendorong para pelaku usaha Tiongkok ataupun keturunan Tiongkok yang tersebar di seluruh dunia untuk sering-sering mengadakan pertemuan di Indonesia, khususnya Jakarta. Dinas Pariwisata dan kebudayaan misalnya bisa ikut menginisiasi dan menyeponsori penyelenggaraan pertemuan masyarakat Tiongkok perantauan di seluruh dunia yang biasanya diselenggarakan secara berkala setiap satu atau dua tahun.

Dengan pemikiran seperti tersebut di atas, besar harapan bahwa langkah diplomasi budaya yang sudah dilakukan dengan memperkenalkan musik gambang kromong dan boneka raksasa yang disebut ondel-ondel, bisa berkelanjutan dan menghasilkan dampak ekonomi yang menguntungkan industri pariwisata di Jakarta dan Indonesia pada umumnya. Untuk itu, nyok kita dukung setiap usaha untuk membenahi industri pariwisata dan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Indonesia. Nyoook …

Leave a Reply

Silahkan komentar menggunakan akun facebook

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × one =