Monthly Archives: October 2020

Heart of Gold

Mantan presiden India, Dr. Abdul Kalam Berkata: “Waktu aku masih kecil, ibuku memasak makanan untuk kami. Suatu malam dia membuat makan malam setelah seharian bekerja keras, Ibu meletakkan sepiring ‘sabzi’ dan roti gosong di depan Ayahku.

Aku menunggu utk melihat apakah ada yg memperhatikan roti gosong itu. Ayahku tenang saja makan rotinya dan bertanya padaku bgm hari-hariku di sekolah. Aku tidak ingat apa yg kukatakan padanya malam itu, tapi aku ingat aku mendengar Ibu meminta maaf kpd Ayah atas roti gosong itu.

Aku tak akan pernah lupa yg dia katakan: “Sayang, aku suka roti gosong”. Malamnya, aku mencium Ayah, mengucapkan selamat malam. Aku bertanya apa ayah benar2 menyukai rotinya yg gosong. Ayah memelukku: “Ibumu melalui hari yg berat dgn pekerjaannya hari ini dan dia benar2 lelah.

Roti gosong tidak pernah menyakiti siapa pun, Kata-kata kasarlah yang akan menyakitkan! ” “Kau tahu nak? hidup ini penuh dengan hal-hal yang tidak sempurna dan orang yang tidak sempurna. Ayah pun bukan lelaki terbaik, dan telah belajar menerima ketidaksempurnaan itu”

Gile Lu Ndro

“Gile lu ndro,” begitu ucapan Kasino yang sering kita dengar dalam film-film Warkop DKI untuk meledek rekannya Indro. Pengucapan kata “Gile lu” dengan logat Jawa yang kental tersebut dapat diartikan sebagai “gila kamu”.

Mirip dengan kata “gile”, ada sebuah kata yang saat ini sedang tren dalam perbincangan yaitu “agile” (pengucapan Inggris: ejel). Banyak perusahaan atau lembaga yang menggunakan kata “agile” supaya tidak ketinggalan tren, termasuk di lingkungan RT saya.

Dalam suatu pertemuan RT,  kata “agile” muncul dan menjadi salah satu kata yang dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam draf catatan pertemuan.

“Pertemuan sepakat bahwa semua warga bertindak holistik, agile dan proaktif,” begitu kalimat yang muncul dalam salah satu butir usulan catatan pertemuan.