Bekal Mudik dan Selamat Idul Fitri 1413 H

Menjelang lebaran, banyak warga kota Jakarta dan sekitarnya (termasuk warga Bekasi) yang ramai-ramai mudik.  Saya sendiri, Insya Allah mudik. Rencana Kamis pagi (8 September) saya dan keluarga akan mudik ke Pemalang. Kalau anda tidak tahu dimana kota itu, maka saya beritahukan bahwa kota tersebut terletak antara Tegal dan Pekalongan. Jika Tegal terkenal dengan aktivitas warganya lewat Warung Tegal alias Warteg dan Pekalongan dengan batiknya, maka Pemalang terkenal dengan keikhlasannya (sering disebut dengan Pemalang Iklhas).

Baiklah, saya tidak akan cerita tentang Pemalang, tapi saya akan cerita tentang bekal mudik saja. Seperti lazimnya mudik yang menempuh perjalanan panjang, maka selain memerlukan kesehatan yang prima diperlukan perbekalan yang memadai agar perjalan mudik terasa lebih nyaman. Pemudik, baik yang membawa kendaraan pribadi maupun angkutan umum, umumnya kerap membekali diri dengan sejumlah makanan dan obat-obatan ringan.

Namanya saja perbekalan, tentu saja dipergunakan selama perjalanan atau setelah tiba di tujuan. Bekal makanan yang dibawa bisa dimakan selama di perjalanan atau saat berbuka puasa. Bekal obat-obatan bisa dipergunakan ketika badan terasa kurang nyaman.

Nach selain bekal standar berupa makanan dan obat-obatan, sebenarnya ada bekal yang cukup penting tetapi seringkali orang tidak membawa alias melupakannya yaitu buku-buku. Keberadaan buku sebagai bekal juga semakin tergusur dengan adanya smartphone seperti Blackberry yang memudahkan orang mencari informasi lewat genggaman tangan.

Tapi meski sudah ada teknologi canggih, menurut saya buku tetap penting sebagai bekal mudik. Bagi saya, bekal buku penting untuk mengisi tempurung belakang kepala kita dengan ilmu dan ide-ide selama perjalanan atau ketika sudah tiba di tujuan. Buku yang dijadikan bekal perjalanan juga lebih user friendly karena tidak perlu tergantung pada sinyal telekomunikasi. Buku bisa dibaca sepanjang perjalanan, saat duduk di teras rumah ataupun saat duduk di pematang sawah melihat bebek-bebek melintasi persawahan yang habis dipanen.

Karena memandang penting buku, maka seperti setiap kali saya melakukan perjalanan jauh, buku tidak pernah terlupakan diselipkan diantara barang bawaan. Buku yang dibawa bisa beraneka ragam tergantung kesukaan. Kali ini saya membawa tiga buah buku yang mengkombinasikan pengetahuan politik dan hubungan international dengan karya sastra.

Buku pertama berjudul “ASEAN: Life After Charter” karya peneliti ISEAS (Institute of South East Asia Studies) Singapore, S, Tiwari. Buku kedua berjudul “Into the New World: Leading Statement and thinkers Discuss the Ramarkable Journey of Indonesia”. Buku yang diterbitkan Indonesia Council of World Affairs (ICWA) ini merupakan kompilasi pernyataan para pemimpin dan akademisi mengenai Indonesia dan harapan mereka tentang Indonesia di masa depan. Sementara buku ketiga adalah novel berjudul “Bumi Cinta”  karya Habiburrahman El Shirazy, penulis yang juga terkenal dengan novelnya Ayat-ayat Cinta.

Sebenarnya selain tiga buku di atas, ada satu buah buku lagi yang ingin saya bawa sebagai bekal perjalanan yaitu “Sang Pencerah” karya Akmal Nasery Basral. Buku yang kemudian difilmkan dengan judul yang sama oleh sutradara hanung Bramantyo ini sangat menarik karena meriwayatkan KH Ahmad Dahlan sang pendiri Muhammadiyah dalam sebuah novel. Buku ini cocok menemai perjalanan selama mudik. Sayang saya belum sempat mampir ke toko buku, jadi belum sempat membeli. buku tersebut Mudah-mudahan dalam perjalanan bisa mampir di salah satu toko buku, entah di Cirebon atau Tegal.

Akhir kata, saya dan keluarga menghaturkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1413 H, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN, Taqoobbalallahu minna wa minkum Taqobbal yaa Kariim …

2 Responses to Bekal Mudik dan Selamat Idul Fitri 1413 H

  1. indobrad says:

    wah berarti sekarang udah di jalan dong Mas. hati2 ya :D
    dan Selamat Idul Fitri juga

  2. Hati-hati di jalan mas, dan jangan lupa berdoa.
    lalu jangan lupa oleh-oleh pemalang, hahahhaaha :D

    salam
    Omjay

Leave a Reply

Silahkan komentar menggunakan akun facebook

Your email address will not be published. Required fields are marked *