Beijing Mulai Batasi Penggunaan Tongsis

selfieMenyusul larangan penggunaan tongkat narsis alias tongsis di berbagai belahan dunia seperti dii Galeri Foto Nasional di Inggris, Kolosium Roma ataupun Museum Smithsonian di Washington, kini di Beijing pun mulai muncul pembatasan penggunaan gadget untuk berselfie ria.

Seperti diberitakan oleh harian China Daily baru-baru ini, meski secara resmi belum mengeluarkan larangan, beberapa pengelola tempat-tempat wisata ataupun kegiatan lainnya di Beijing mulai membatasi penggunaan tongsis, diantaranya adalah pengelola Museum Istana atau Museum Kota Terlarang (Forbidden City) dan stadion sepak bola.

Di Forbidden City, pengelola museum secara seksama selalu mengingatkan para pengunjung untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan tongsis. Jika terlihat ada pengunjung yang akan menggunakan tongsis di tempat keramaian atau tempat sempit, maka pihak keamanan museum akan segera mendekat dan melarangnya. Selain itu, pihak keamanan museum pun mengingatkan pengunjung untuk tidak menggunakan tongsis di ruang pameran karena akan dapat mengganggu pengunjung lainnya dan membahayakan benda-benda yang dipamerkan.

Sementara itu di stadion sepakbola pembatasan penggunaan tongsis dilakukan karena adanya kekhawatiran bahwa perangkat tersebut akan dipergunakan sebagai senjata untuk menyerang supporter lainnya. Karenanya pihak keamanan stadion pun secara tegas melarang penggunaan tongsis di dalam stadion.

Munculnya pembatasan penggunaan tongsis di Beijing sendiri tampaknya tidak terlepas dari mulai semakin banyaknya warga Tiongkok yang menggunakan tongsis untuk melakukan selfie akhir-akhir ini. Sebelumnya, meski tongsis kebanyakan buatan Tiongkok, namun penggunaannya di kalangan masyarakat Tiongkok sendiri belum terlalu popular. Warga Tiongkok terkesan masih malu-malu untuk menggunakan tongsis. Dalam amatan saya, awalnya yang memulai dan banyak menggunakan tongsis adalah warga negara asing, khususnya wisatawan.

Akhir tahun lalu ketika saya mulai menggunakan tongsis, baru 1-2 orang saja yang menggunakannya. Dan ketika saya menggunakan tongsis, tidak jarang warga Tiongkok yang menonton aksi saya berselfie ria. Tapi kini hampir di setiap tempat, khususnya tempat wisata, terdapat warga Tiongkok yang menggunakan tongsis dan karenanya pemandangan penggunaan tongsis menjadi hal yang biasa dan karenanya mulai dipandang perlu untuk dilakukan pembatasan.

Menyikapi adanya pembatasan penggunaan tongsis dari pihak pengelola museum ataupun stadion, umumnya tanggapan yang muncul di masyarakat, khususnya di sosial media Tiongkok Weibo, adalah positif. Sebagian besar tidak berkeberatan dan dapat memaklumi sepanjang hal tersebut menyangkut masalah keamanan. Penggunaan tongsis di tempat ramai bukan hanya merusak lingkungan tetapi juga mengganggu pengunjung lainnya karena dengan panjang sekitar 1,5 meter, penggunaan tongsis di tempat ramai jelas memakan ruang terbuka dan dapat menyenggol pengunjung lain jika tidak berhati-hati.

Sejauh ini memang belum ada ketentuan ekstrim di Tiongkok yang melarang penggunaan tongsis, apalagi sampai menerapkan denda bagi penggunanya, tetapi jika pembatasan tidak diindahkan oleh para pengguna tongsis, tidak tertutup kemungkinan akan keluar larangan yang bersifat formil dan itu berarti tidak ada tawar menawar.

Leave a Reply

Silahkan komentar menggunakan akun facebook

Your email address will not be published. Required fields are marked *