Category Archives: Diplomasi

Kearifan Lokal Sambut Lailatul Qadar

Lailatul Qadar di bulan Ramadhan merupakan malam yang ditunggu-tunggu oleh seluruh ummat Muslim yang beriman karena karena kebaikannya melebihi 1.000 bulan. Lailatul Qadar atau Lailat Al-Qadar (malam kemuliaan) adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadhan, yang dalam Al Qur’an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, juga diperingati sebagai malam diturunkannya Al Qur’an secara keseluruhan dari lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah.

Kapan turunnya malam Lailatul Qadar sesungguhnya dirahasiakan oleh Allah dari umat manusia. Tidak ada yang tahu persis kapan turunnya malam Lailatu Qadar. Bahkan Rasullulkah Muhammad SAW sendiri hanya menganjurkan agar kita mencari malam tersebut terutama pada malam 10 hari terakhir bulan Ramadan.

Malam tersebut memiliki tanda-tanda khusus. Rasulullah Muhammad menyebutkan, lailatulqadar ada pada setiap Ramadan (H.R. Abu Dawud) dan lebih rinci lagi melalui riwayat lain dari jalur Aisyah, menyatakan “Carilah Lailatulqadar itu pada tanggal ganjil dari 10 hari terakhir bulan Ramadan” (H.R. Bukhari).

Pemimpin Jangan Berpura-pura dalam Mengelola Keadilan Sosial

Di tengah suasana wabah Covid-19 dan Ramadhan, banyak kegiatan institusi pemerintah dan swasta terpaksa dilakukan dari rumah, termasuk rapat-rapat dan diskusi dengan menggunakan berbagai aplikasi online (daring) seperti Zoom, Skype atau Jinsit. Dari sekian banyak kegiatan daring yang dilakukan tersebut, salah satu kegiatan yang sempat saya ikuti adalah diskusi daring bulan Ramadhan yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pada 7 Mei 2020.

Kegiatan yang berjudul “Kamis Bersama BPIP: Sila ke-5 Pancasila Perspektif Ayat-ayat Makkiyah” menampilkan narasumber tokoh bangsa Prof. Dr. Ahmad Syafii Ma’arif atau yang akrab dipanggil Buya Syafii Ma’arif, yang juga salah seorang anggota Dewan Pengarah BPIP.

Di ruang diskusi daring menggunakan Zoom, saya melihat sekitar 85 orang peserta diskusi dari berbagai daerah di Indonesia dan seorang di antaranya dari New Delhi, India. Selain menggunakan Zoom, kegiatan tersebut juga distreaming melalui channel Youtube BPIP.

Bijak Dengan Group Sebelah

Belum lama beredar pesan berantai dari seorang Habib di Jakarta yang berisikan ajakan kepada jamaahnya untuk berlaku normal saja di tengah wabah corona karena menurut Habib tersebut, corona sengaja dibuat oleh musuh orang Muslim untuk hancurkan Islam.

“Kamu yakin akan kebenaran pesan dari Habib tersebut?”, tanya saya kepada seorang rekan yang baru mengirimkan pesan dari Habib ke group WA.

“Waduh … saya enggak tahu, saya hanya meneruskan pesan tersebut. saya  dapat dari group sebelah”, ujar rekan saya tersebut

Pada cerita lain, di twitter muncul thread curahan hati seorang anak yang baru kehilangan ayahnya yang meninggal karena sakit jantung. Sang ayah sudah lama menderita penyakit jantung dan sempat stroke sehingga tidak pernah ke luar rumah dalam beberapa tahun terakhir. Dokter rumah sakit pun sudah memberikan penegasan bahwa almarhum meninggal karena gagal jantung.

Jadikan Momen Imlek Untuk Memperkuat Kembali Keberagaman

Tahun Baru Imlek tahun 2020 yang jatuh pada Sabtu 25 Januari 2020 menjadi momen penting yang menandai dua dekade kembalinya perayaan Tahun Baru Imlek di Indonesia secara terbuka dan meriah. Masyarakat Tionghoa terlihat ramai memenuhi wihara atau kelenteng untuk melakukan ibadah, melakukan saling kunjung antar keluarga dan kerabat seperti layaknya umat Muslim Indonesia merayakan Idul Fitri. Sementara di berbagai tempat ramai dipertunjukkan atribut Tahun Baru Imlek 2571 dan kegiatan seni budaya tradisional seperti barongsai,  

Para pejabat Negara dan Pemerintah pun tidak takut lagi untuk menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek dan ikut merayakannya. Presiden Joko Widodo misalnya, melalui akun instagram pribadi menampilkan gambar kartun dirinya tengah mengenakan kemeja putih memberikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek 2571. Presiden juga menyampaikan doa agar Indonesia semua semakin sejahtera, meraih cita-cita, penuh kedamaian dan semakin maju.

Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendatangi Wihara Dharma Bakti dan Dharma Jaya di Petak Sembilan, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Menurut Anies “Tahun Baru Imlek 2571 di Jakarta yang disambut dengan rintik hujan menjadi momen penanda dalam mencuci masa lalu, membersihkan kekurangan, dan membawa kebaikan untuk satu tahun ke depan…”

Jamu Jadikan Rakyat Sehat Negara Kuat

“Mbak, ada jamu untuk mencegah atau mengobati gangguan sakit jantung?, ” begitu pertanyaan yang saya dengar dari seorang pengunjung warung jamu

Ada pak, itu ramuan nomor 55 namanya Sijantung.  Ramuan tersebut untuk mengobati gangguan kesehatan seperti jantung sakit atau lemah, dada sesak, berdebar-debar cepat lelah karena  jalannya darah tidak lancar, ” begitu jawab si mbak penjaga warung

“Kalau untuk memperkuat daya tahan tubuh atau vitalitas pria juga ada mbak,” tanya yang lainnya

Menjawab Tantangan Tiongkok di Natuna

Pasca pelanggaran atas zona ekonomi eksklusif atau ZEE Indonesia di perairan utara Natuna yang dilakukan kapal penjaga pantai (coast guard) Tiongkok sejak 10 Desember 2019, Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah memanggil Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian, untuk melayangkan nota protes keras terhadap Pemerintah Tiongkok atas pelanggaran yang dilakukan.

“Kemlu mengonfirmasi terjadinya pelanggaran ZEE Indonesia, termasuk kegiatan IUU fishing, dan pelanggaran kedaulatan oleh Coast Guard RRT di perairan Natuna. Kemlu telah memanggil Dubes Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Jakarta dan menyampaikan protes keras terhadap kejadian tersebut. Nota diplomatik protes juga telah disampaikan,” demikian pernyataan Menlu RI Retno Marsudi terkait isu di Natuna pada Senin (30/12/2019).

Menlu RI menambahkan bahwa ZEE Indonesia sudah ditetapkan berdasarkan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) atau Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut tahun 1982.

Ditambahkan pula oleh Menlu RI bahwa sebagai salah satu party dari UNCLOS 1982, Tiongkok memiliki kewajiban untuk menghormati UNCLOS 1982.

Hari Kebangkitan Perempuan Indonesia

“TIDAK ADA HARI IBU DALAM ISLAM. Karena semua hari adalah milik Ibu kita. Ingat ketika kita kecil dulu, ia tidak pernah melewatkan kita sedetikpun, walaupun ia sibuk dengan mengurus rumah, bekerja, dan juga memasak. Dan kini ketika kita besar, mengucapkan rasa cinta, rasa sayang, kangen, hanya setahun sekali. Memberikan hadiah, makanan, dan uang, hanya setahun sekali…? Jadikan semua hari-hari kita untuk Ibu kita, semua hari adalah hari ibu,” begitu pernyataan yang beredar di group-group Whatsapp setiap kali dilaksanakan peringatan Hari Ibu Nasional pada 22 Desember.

Menariknya, pernyataan tersebut di atas disebarluaskan oleh orang-orang yang berpendidikan tinggi. Menarik karena orang-orang yang berpendidikan tinggi tersebut semestinya memliki cukup pengetahuan mengenai sejarah Hari Ibu di Indonesia, setidaknya memiliki akses untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu, sebelum menyebarluaskan ke yang lainnya.

Berburu Jajanan Kampung di Pemalang

Mudik jaman now bukan sekedar silahturahmi dengan orang tua dsn kerabat,  tetapi juga kesempatan menikmati kuliner khas daerah dan suasana yang menyertainya.

Untuk itu, kali ini saya ingin menceritakan pengalaman berburu jajan pasar di Pasar Kalirandu, Petarukan, Pemalang. Target utama perburuan adalah gemblong beras ketan.

“Enak banget gemblongnya dan lembut” ujar istri saya mencoba memberikan alasan kenapa ingin menyantap gemblong.

Pasar masih terlihat sepi saat kami tiba di pasar sekitat pukul 6 pagi. Baru beberapa pedagang yang terlihat tengah menggelar dan menata dagangannya. Mungkin karena suasana lebaran sehingga belum banyak pedagang yang beraktivitas normal.

Tahun baru di Meksiko

Tahun 2019 baru saja datang. Perayaan dan pesta meriah dilakukan untuk menyambut malam pergantian tahun. Orang-orang berbondong-bondong datang ke pusat keramaian dan menikmati pesta kembang api ketika detik-detik tahun baru.

Tahun 2019 disambut dengan penuh optimisme dan suka cita di berbagai belahan dunia, termasuk di Meksiko. Di Mexico City perayaan pergantian tahun dipusatkan di Jalan Raya Reforma dengan menampilkan pertunjukan musik terbuka. Panggung besar dibangun di tengah jalan dan beragam artis kenamaan Meksiko yang tampil bergantian.

Namun di luar perayaan pergantian tahun yang sudah lazim dilakukan di banyak negara, di Meksiko terdapat tradisi pergantian tahun yang unik. Setidaknya ada tiga tradisi yang bisa diceritakan.

“Di Meksiko dan sebagian negara Amerika Latin terdapat mitos di mana saat detik-detik pergantian tahun kita mesti makan anggur sebanyak 12 butir buah. Anggur tersebut dimakan satu persatu sambil menyampaikan keinginan yang dicapai di tahun baru. Jumlahnya yang 12 butir dianggap mewakili jumlah bulan dalam setahun,” ujar Evi Siregar, seorang WNI yang sudah bertahun-tahun tinggal di Mexico City dan kini menjadi dosen pada College of Mexico.

Duta Kuliner Indonesia di Meksiko

“Cara paling cepat, paling efektif, dan paling halus untuk memopulerkan sesuatu ke pasar global adalah melalui apa yang saya sebut “diplomasi sosial-ekonomi.” Amerika Serikat melakukannya dengan “mengekspor” film-film Hollywood, Korea Selatan melakukannya dengan menyebarkan demam K-Pop ke seluruh dunia termasuk ke Indonesia.

Thailand melakukan diplomasi kuliner ke seluruh dunia dengan mendirikan restoran-restoran untuk mengenalkan kulinernya. Semua langkah tersebut sangat efektif untuk melakukan penetrasi ke suatu negara tetapi mereka tidak merasa,” demikian tulis Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam artikelnya di Majalah Swa Mei 2018 yang berjudul “Diplomasi Kuliner Indonesia”

Menyadari pentingnya diplomasi sosial ekonomi seperti yang dikatakan Menpar Arief Yahya, sejak lama Perwakilan RI di luar negeri mendorong dilakukannya diplomasi kuliner atau diplomasi gastronomi di Negara akreditasi.

Tempe Yang Semakin Dikenal di Meksiko

Sabtu (22/12/2018) KBRI Mexico City menyelanggarakan acara perpisahan bagi Duta Besar RI, Yusra Khan dan tiga orang staf yang telah berakhir masa tugasnya atau akan memulai tugas baru di tempat lain.

Serangkaian kegiatan pun digelar untuk memeriahkan acara, salah satunya adalah pemberian piagam penghargaan bagi WNI dan warga Meksiko yang memiliki jasa dalam mempromosikan Indonesia di Meksiko dalam beberapa tahun terakhir. Dari 18 piagam yang diberikan oleh Duta Besar RI Yusra Khan, salah satunya adalah piagam penghargaan kepada Luisa Veldes Martines atas jasa-jasanya mempromosikan gastronomi Indonesia, khususnya tempe.

Luisa adalah salah seorang warga negara Meksiko yang mengenal tempe saat saat menjadi peserta Darmasiswa di Indonesia tahun 2003. Kemudian, sejak 10 tahun lalu ia serius menggeluti bisnis gastronomi dengan membuat tempe dan memperkenalkan tempe ke masyarakat Meksiko.

“Saya mulai mengenal tempe pada tahun 2003 saat berkunjung ke Indonesia sebagai peserta Beasiswa Darmasiswa”, ujar Luisa dalam kata-kata bahasa Indonesia yang masih lumayan lancar.

Pemberontak Papua dan Terorisme Disponsori Negara

Pada 1 Desember 2018 berlangsung demo mahasiswa Papua di Surabaya. Demo yang mengakibatkan jatuhnya beberapa korban luka-luka tersebut dilakukan untuk memprotes berbagai pelanggaran HAM yang terjadi di Papua.

Hanya berselang sehari kemudian, tepatnya pada Minggu 2 Desember 2018 sebanyak 31 pekerja PT Istaka Karya yang tengah membangun jalan di Papua dibantai oleh kelompok gerakan separatis pimpinan Egianus Kogoya. Tindakan kelompok separatis terhadap 31 pekerja di Papua tersebut terjadi di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Membaca dua kejadian yang berurutan tersebut, sebenarnya sejak awal tidak sulit untuk menduga bahwa terdapat keterkaitan erat antara kegiatan demo mahasiswa Papua di Surabaya dengan pembantaian pekerja di Nduga.