Category Archives: zz–english

Berbakti Kepada Negara Itu Bisa Dimulai dari Lorong Kampung

Banyak jalan menuju Roma, banyak pula jalan untuk menunjukkan bakti kepada negeri, salah satunya dengan menjadi pembakti kampung seperti yang dilakukan Ir. Bambang Irianto (63 tahun). Ia membaktikan sebagian besar hidupnya untuk membangun kampung tertinggal menjadi kampung yang bersih dan sehat serta nyaman untuk ditinggali warga.

Kampung yang selama ini kerap dicitrakan sebagai wilayah kumuh, banjir, dan diwarnai sejumlah permasalahan sosial oleh Bambang disulap menjadi maju dan berwawasan lingkungan.

Bambang membangun setiap lorong kampung dengan prinsip sederhana yaitu “Mulai dari sekarang dan mulailah dari yang bisa dikerjakan terlebih dahulu, sekarang juga” Baginya tidak ada perkataan “sesuatu dikerjakan besok-besok saja”.

Belajar Berkorban dari Yu Timah

Setiap menjelang Hari Raya Idul Adha saya selalu teringat akan tulisan Ahmad Tohari yang dimuat di hahrian Republika tanggal 18 Desember 2007 mengenai sosok seorang wanita bernama seorang penjual nasi bungkus bernama Yu Timah yang gigih ingin melaksanakan ibadah kurban, meski karena kemiskinannya yang bersangkutan tidak memiliki kewajiban untuk melaksanakannya.

Enaknya punya website sendiri, kita bisa menyimpan berbagai tulisan di website tersebut tanpa disulitkan masalah persetujuan (misalnya dari pimpinan, editor atau administrator website)  dan berbagai kerumitan administrasi.  Saat ingin membacanya kembali, kita  tinggal membukanya dan memberi tanggapan ulang sesuai keperluan.

Dalam tulisannya Ahmad Tohari bercerita tentang Yu Timah yang merupakan salah seorang penerima Subsidi Langsung Tunai (SLT) pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono periode pertama (2004-2009). Yu Timah merupakan bagian dari 39 juta orang miskin di Indonesia saat itu, yang gigih menabung rupiah demi rupiah dari jerih payahnya bekerja untuk membeli seekor kambing yang akan dikurbankan pada hari raya.

Jinjit

Di jejaring WAG kerap berseliweran informasi menarik dan beragam,  salah satunya informasi atau tips kesehatan. Seperti biasa,  informasi tersebut umumnya anonym alias tidak jelas siapa yang menulis. Apapun,  kita ambil saja pesannya.

Berikut saya salinkan salah satu informasi tersebut:

Alhamdulillah…. Dapet ilmu baru…
Tadi p Rusdi,70 tahun, warga Bintaro Permai naik mobil saya dan bercerita dia mengalami kelumpuhan akibat stroke selama 10 tahun dan sebelumnya juga menderita serangan jantung.

Nilai Pancasila Dalam Permainan Tradisional

Yang namanya anak-anak pada umumnya pasti suka bermain. Tidak ada bedanya antara anak jaman dahulu dengan anak jaman sekarang. Selalu ada tingkah dan pola anak-anak dalam bermain yang sering membuat orang tua gemes melihatnya. Yang membedakan adalah zamannya.

Pada jaman dahulu, terutama jika melongok era tahun 60 dan 70-an bahkan hingga 80-an, permainan dan olahraga yang  sangat popular antara lain gobak sodor atau hadangan (galasin), bentengan, adu gundu, panggal, demprak, dampu, loncat tali, gatrik dan sebagainya.

Pada masa itu, permainan yang sekarang disebut sebagai permainan tradisional tersebut banyak dimainkan anak-anak, terutama yang tinggal di kampung atau pedesaan. Permainan tradisional tersebut menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan dan keceriaan generasi muda Indonesia.

Warna Warni Kota Malaikat Puebla

Tiba menjelang siang hari di Puebla de Zaragoza (Puebla) di Negara Bagian Puebla, kesan pertama saat melihat kota ini adalah serasa berada di kota masa lalu dimana banyak berdiri kokoh bangunan kuno bergaya arsitektur Barok mengelilingi taman kota seperti bangunan kantor pemerintahan, Kathederal dan bangunan lainnya.

Meski secara umum bangunan yang ada di Puebla menyerupai bangunan di kota-kota lain, namun yang membedakan adalah bangunan-bangunan kuno tersebut memiliki dinding berwarna-warni seperti pelangi, merah, kuning, hijau dan biru. Jarang sekali ditemukan bangunan yang hanya berdinding satu warna. Setidaknya ada dua warna yang menghiasi bangunan-bangunan di sana.

Bangunan gereja yang di berbagai tempat ini dikenal kusam, di Puebla justru terlihat ceria dengan dinding gereja dicat warna kuning emas. Sementara di teras bangunan tempat tinggal banyak yang meletakkan bunga bougenvil berwarna ungu tua menutupi tembok. Semua pemandangan tersebut membuat Puebla terlihat cantik dan suasana kota tidak kusam.

Bahagia Warganya Maju Kotanya

Ada pemandangan yang kerap dijumpai setiap akhir pekan di taman-taman di Mexico City yaitu warga yang berkumpul bersama kerabat dan teman untuk menghabiskan waktu akhir pekan bersama.

Ada yang hanya sekedar berjalan-jalan di taman atau ngobrol satu sama lain, mengajak anak balita bermain ayunan atau perosotan yang tersedia gratis, atau yang tidak kalah seru adalah menari dan berdansa, bersalsa, berzumba bersama diiringi musik seperti yang saya saksikan di taman A Morales, di depan pasar Ciudadela, Colonia Roma.

Surga Kupu-kupu di Negara Bagian Meksiko

Setiap bulan Nopember jutaan kupu-kupu yang dikenal sebagai kupu-kupu raja melakukan migrasi besar-besaran dari Kanada Selatan ke Meksiko. Jutaan kupu-kupu tersebut terbang ribuan mil jauhnya untuk menghindari musim dingin di Kanada.

Di Meksiko, kupu-kupu tersebut tinggal di hutan pinus di negara bagian Michoacan dan Meksiko. Kupu-kupu tersebut bertelur dan berkembangbiak disana. Setelah tumbuh menjadi kupu-kupu menjadi dewasa, mereka pun terbang kembali ke Kanada secara berombongan pada bulan Januari dan Februari untuk hidup disana hingga datang musim dingin.

Tempe Yang Semakin Dikenal di Meksiko

Sabtu (22/12/2018) KBRI Mexico City menyelanggarakan acara perpisahan bagi Duta Besar RI, Yusra Khan dan tiga orang staf yang telah berakhir masa tugasnya atau akan memulai tugas baru di tempat lain.

Serangkaian kegiatan pun digelar untuk memeriahkan acara, salah satunya adalah pemberian piagam penghargaan bagi WNI dan warga Meksiko yang memiliki jasa dalam mempromosikan Indonesia di Meksiko dalam beberapa tahun terakhir. Dari 18 piagam yang diberikan oleh Duta Besar RI Yusra Khan, salah satunya adalah piagam penghargaan kepada Luisa Veldes Martines atas jasa-jasanya mempromosikan gastronomi Indonesia, khususnya tempe.

Luisa adalah salah seorang warga negara Meksiko yang mengenal tempe saat saat menjadi peserta Darmasiswa di Indonesia tahun 2003. Kemudian, sejak 10 tahun lalu ia serius menggeluti bisnis gastronomi dengan membuat tempe dan memperkenalkan tempe ke masyarakat Meksiko.

“Saya mulai mengenal tempe pada tahun 2003 saat berkunjung ke Indonesia sebagai peserta Beasiswa Darmasiswa”, ujar Luisa dalam kata-kata bahasa Indonesia yang masih lumayan lancar.

Pemberontak Papua dan Terorisme Disponsori Negara

Pada 1 Desember 2018 berlangsung demo mahasiswa Papua di Surabaya. Demo yang mengakibatkan jatuhnya beberapa korban luka-luka tersebut dilakukan untuk memprotes berbagai pelanggaran HAM yang terjadi di Papua.

Hanya berselang sehari kemudian, tepatnya pada Minggu 2 Desember 2018 sebanyak 31 pekerja PT Istaka Karya yang tengah membangun jalan di Papua dibantai oleh kelompok gerakan separatis pimpinan Egianus Kogoya. Tindakan kelompok separatis terhadap 31 pekerja di Papua tersebut terjadi di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Membaca dua kejadian yang berurutan tersebut, sebenarnya sejak awal tidak sulit untuk menduga bahwa terdapat keterkaitan erat antara kegiatan demo mahasiswa Papua di Surabaya dengan pembantaian pekerja di Nduga.

Ziarah ke Makam Coco di Panteon de Dolores

Sudah pernah nonton film COCO? Kalau sudah pasti tau dong siapa yang bernama Coco? Nah konon makam si tokoh Coco yang ternyata bernama Renata Gigma berada di pemakaman umum Panteon de Dolores, Mexico City. Makam tersebut merupakan satu dari 700.000 makam yang berada di area pemakaman tersebut.

Pemakaman umum seluas sekitar 500 hektar dan merupakan pemakaman sipil terluas di Amerika Latin ini diresmikan pada tahun 1875. Pemakaman ini didirikan oleh Juan Manuel Benfield, pemilik peternakan kuda di Coscoacoaco. Sebagai seorang tuan tanah, Benfield mulai membangun kawasan pemakaman pada tahun 1870 untuk menghormati adiknya yang meninggal di Veracruz saat baru tiba dari London.

Tips Menulis Dari Negeri 5 Menara

“Saya ingin sekali menulis, tapi saya kan tidak punya bakat menulis dan tidak punya waktu, jadi bagaimana saya bisa menulis?”, begitu kegalauan banyak orang yang ingin sekali menulis.

“Lebih mudah bercerita sambil ngopi daripada menulis,” ujar yang lain

Menyadari kegalauan kebanyakan orang yang ingin menulis tapi tidak tahu harus darimana memulainya, maka Ahmad Fuadi yang kondang dengan novelnya “Negeri 5 Menara” pun memberikan nasihat “sederhana”.

Merayakan Kemerdekaan Meksiko

Tanggal 16 September merupakan tanggal istimewa bagi rakyat Meksiko karena tanggal tersebut diperingati sebagai hari kemerdekaan dan hari libur nasional.

Tanggal 16 September ditetapkan sebagai hari kemerdekaan karena pada tanggal tersebut terjadi peristiwa dimana Miguel Hidalgo, salah seorang pemimpin nasional perang kemerdekaan Meksiko, melakukan tangisan kemerdekaan (El Grito de la Independence) di kota Dolores, Guanajuato, pada tanggal 16 September 1810. Tangisan kemerdekaan atau el Grito tersebut sangat penting karena dinilai menjadi awal terjadinya gerakan revolusi menghadapi Spanyol.

Masyarakat Meksiko merayakan hari kemerdekaan dengan menyalakan kembang api, makan dan minum, pesta dansa dan musik, serta parade militer pada tanggal 16 September 2018.