Kisah Patung yang Berpindah Tempat

Sebuah patung perunggu berukuran raksasa berdiri kokoh di halaman Plaza Manuel Tolza, di kawasan Centro Mexico City. Patung perunggu tersebut menggambarkan sosok Raja Charles IV dari Spanyol tengah menunggang kuda.

Patung yang juga dikenal dengan nama El Caballito ini mulai dibuat pada 4 Agustus 1802 dibawah supervisi Manuel Tolsa, Direktur Akademi San Carlos. Tujuan pembuatan patung itu sendiri  dimaksudkan untuk menghormati Raja Charles IV, yang merupakan penguasa terakhir negara Spanyol Baru (sekarang Meksiko).

Memperhatikan bentuk patung yang berukuran raksasa, pasti tidak banyak yang mengira jika patung tersebut sudah beberapa kali pindah lokasi, sebelum akhirnya berlokasi di tempat sekarang ini. Bahkan juga tidak akan mengira jika patung ini sempat akan dimusnahkan dan dilebur untuk dijadikan senjata dan koin pada masa revolusi kemerdekaan Meksiko tahun 1821.

Menurut sejarahnya, proyek pembangunan patung Charles IV dimulai pada tahun 1796 setelah Pangeran Miguel de la Grua Talameca mendapatkan ijin membangun monumen. Pangeran Miguel memulai proyek pembangunan patung dengan mengosongkan kawasan Plaza de la Constitution atau Zocalo dan membuat alas patung yang berpagar.

Peresmian alas patung dilakukan secara meriah dan bahkan disertai acara adu banteng pada 8 Desembet 1796. Sebagai simbol, di atas alas patung tersebut diletakkan sebuah patung sementara dari kayu.

Pada tahun 1802 barulah proses pengecoran patung dilakukan di sekitar gereja St. Peter dan St. Paul dibawah supervsi Manuel Tolsa. Untuk membuat patung tersebut diperlukan sekitar 600 kuintal perunggu. Pematung membuat model patung kuda sesuai sosok kuda milik Marquis Jaral Berrio yang bernama Tambor.

Selesai dibuat dan dirapihkan, patung kemudian ditempatkan di lokasi yang telah disiapkan sejak tahun 1792 dan diresmikan pada 9 Desember 1803. Sama seperti saat peresmian lokasi patung pada tahun 1796, acara peresmian peletakan patung pun dilakukan secara meriah dengan disertai acara adu banteng.

Patung yang berdiri gagah tersebut banyak menuai apresiasi dari undangan yang hadir, salah satunya dari Alexander von humboldt. Menurut Von Humboldt, patung karya Tolsa tersebut merupakan satu dari dua patung kuda terbaik selain patung Marcus Aurelous di Roma, Italia.

Pada tahun 1821, di tengah sentimen anti-Hispanik saat revolusi kemerdekaan Meksiko, muncul keinginan untuk mengganti monumen tersebut dan bahkan ada yang berkeinginan untuk meleburnya untuk dijadikan senjata dan koin mata uang.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, maka patung tersebut untuk sementara ditutupi tenda biru.  Namun langkah tersebut tidak berlansung lama karena ternyata keinginan masyarakat untuk melenyapkan patung Charles IV semakin kuat. Untuk itu, guna menyelamatkan patung Charles IV,  Lucas Alaman  kemudian berusaha meyakinkan masyarakat untuk mempertahankan patung karena alasan keindahannya. Hasilnya, masyarakat setuju untuk merelokasi patung tersebut kesebuah halaman universitas kuno pada tahun 1822.

Pada tahub 1852, ketika keadaan sudah tebang, oatubg Charles IV kemudian dikeluarkan kembali dan dipasang di perempatan Paseo de la Reforma dan Avenida Bucarelli. Untuk mencegah vandalisme, patungpun diberi pagar yang kokoh.

Pada tahun 1979, patung ini kembali direlokasi. Kali ini ke tempatnya sekarang ini yaitu di depan Plaza Manuel Tolsa.

Saat ini, guna menghindari munculnya kontroversi mengenai kebeadaan patung tersebut, maka pada plakat di patung tersebut disebutkan bahwa Pemerintah Meksiko melindungi keberadaan patung tersebut sebagai monumen seni bukan untuk memuja Raja Spanyol.

Leave a Reply

Silahkan komentar menggunakan akun facebook

Your email address will not be published. Required fields are marked *