Mengenal Shanzha Si Asem Manis

imageSalah satu kebiasaan saya di akhir pekan adalah berolahraga jalan santai di sekitar kawasan tempat tinggal. Selain menyehatkan, olah raga jalan santai juga memberikan kesempatan kepada kita untuk melihat segala sesuatu di sekeliling kita, yang mungkin selama ini terbaikan.

Nach pagi ini, saat melewati satu bagian taman di apartemen tempat saya tinggal, saya berkesempatan kembali melihat tumbuhan yang sedang berbuah dan buahnya sudah mulai berwarna kemerahan. Dua minggu lalu ketika melihat tumbuhan ini, buahnya masih berwarna hijau dan kecil. Sepintas buah ini mirip dengan apel, namun ukurannya hanya sebesar kelengkeng.

Dari name tag yang dipasang di pohon tersebut, diketahui bahwa tumbuhan tersebut memiliki nama latin crataegus pinnatifida atau dalam bahasa Mandarin dikenal sebagai shanzha atau da hong guo yang berarti buah semak gunung. Rasa buah ini asam dan karenanya untuk mengkonsumsi buah ini orang Tiongkok biasanya dengan melumurinya dengan cairan gula terlebih dahulu, mengolahnya menjadi manisan dan mengeringkannya untuk kemudian diseduh dengan air panas.

Di Beijing, buah shanzha yang telah dilumuri gula biasanya ditusuk seperti sate dan dikenal dengan nama tanghulu. Tanghulu bisa dengan mudah dijumpai di tempat-tempat wisata di sekitar Beijing seperti di Wangfujing, Behai park ataupun di Great wall. Tampilannya yang menarik menggoda banyak orang untuk mencicipinya, terutama anak-anak.

imageSementara buah shanzha yang telah diolah menjadi manisan biasanya dibentuk seperti koin dengan ketebalan sekitar 1 milimeter. Orang Tiongkok mengonsumsi manisan ini untuk menetralkan rasa pahit setelah minuman ramuan obat herbal. Konon buah ini juga berkhasiat untuk mencegah sakit jantung dengan meminum secara teratur buah sanzha kering yang telah diseduh.

imageDi Indonesaia, manisan buah shanzha yang sudah dibentuk seperti koin sudah lama dikenal dan banyak dijumpai di toko-toko permen. Saya ingat sekali ketika masih sekolah dasar, salah satu permen favorit saya adalah manisan shanzha. Dan sekian puluh tahun kemudian, saya tidak menyangka bisa menjumpai buah yang menjadi bahan dasar dari manisan tersebut secara langsung di sekitar tempat tinggal saya di Beijing.

Selamat berakhir pekan, semoga akhir pekan anda menyenangkan

 

Leave a Reply

Silahkan komentar menggunakan akun facebook

Your email address will not be published. Required fields are marked *