Muslim Tiongkok di Kongres Rakyat Nasional

Ada pemandangan menarik di pertemuan anggota parlemen atau Kongres Rakyat Nasional Tiongkok yang tengah berlangsung di Beijing dari tanggal 5-15 Maret 2012 yaitu adanya beberapa orang anggota parlemen yang mengenakan jilbab dan kopiah di antara 2.987 anggota parlemen Tiongkok yang hadir.

Dengan serius mereka mengikuti setiap sesi pertemuan, mencatat dan menyimak paparan yang disampaikan para pemimpin tertinggi RRT seperti Presiden RRT Hu Jintao, PM Wen Jiabao dan Ketua Palemen Wu Bangguo. Selain itu, dengan tetap mengenakan jilbab dan kopiah mereka pun menghadiri kegiatan di luar persidangan seperti undangan jamuan teh dari Presiden RRT Hu Jintao.

Siapakah mereka? Mereka adalah beberapa anggota Parlemen Tiongkok yang datang mewakili suku dan provinsi di Tiongkok yang sebagian besar penduduknya adalah Muslim seperti Xinjiang Uygur Autonomous Region dan Ningxia Hui.

Untuk diketahui bahwa seperti halnya Indonesia, Tiongkok adalah bangsa yang multi etnik. Terdapat 56 etnik yang hidup berdampingan lebih dari ratusan tahun. Selain suku Han yang merupakan mayoritas penduduk Tiongkok (92 persen), terdapat 55 etnik lain yang keberadaannya diakui oleh Konstitusi. Dan karena jumlah penduduknya yang tidak terlalu besar, maka ke-55 etnik tersebut disebut sebagai etnik minoritas

Dari 55 etnik minoritas tersebut, beberapa diantaranya adalah etnik yang mayoritas penduduknya adalah Muslim seperti suku Tajik, Uygur, Ozbek, dan Tatar yang tinggal di Daerah Otonomi Xinjiang ataupun suku Hui yang tersebar di Daerah Otonomi Ningxia Hui dan Gansu. Dan salah satu busana tradisional yang kerap digunakan masyarakat suku-suku tersebut antara lain adalah kerudung (jilbab) untuk kaum wanitanya dan kopiah putih untuk kaum pria.

Kehadiran perwakilan suku-suku minoritas dalam pertemuan parlemen tidak dipandang sebelah mata oleh Pemerintah RRT yang sangat menyadari keragaman etnik yang dimilikinya. Pemerintah RRT sangat menaruh perhatian kepada semua etnik yang ada dan sebagai bagian dari upaya menjaga integritas nasional, kesatuan antar etnik dan stabilitas sosial di Tiongkok. Karena itu keanggotaan mereka di parlemen pun merupakan bagian dari upaya melibatkan peran serta seluruh anggota masyarakat dari beragam latar belakang, baik suku maupun agama, untuk membahas berbagai rancangan legislasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menariknya, langkah yang dilakukan para pemimpin RRT dalam menjaga integritas dan kesatuan bangsa diperlihatkan kepada masyarakat melalui cara-cara sederhana dengan antara lain membiarkan setiap anggota parlemen yang mewakili etnik dan provinsi hadir pada setiap pertemuan dengan identitas kesukuan dan kedaerahan masing-masing. Karenanya tidak mengherankan jika sejak kedatangan para angota parlemen di bandara Beijing, kehadirannya sudah menarik perhatian masyarakat dan media dimana mereka datang dengan mengenakan pakaian tradisional masing-masing.

Bahkan secara khusus para pemimpin Tiongkok seperti Presiden Hu Jintao menyelenggarakan pertemuanĀ  dengan masing-masing kelompok minoritas membahas berbagai isu yang berkembang di wilayah mereka. Pertemuan bisa dalam bentuk jamuan teh ataupun di sela-sela sidang pleno parlemen.

Dengan kehadiran para anggota parlemen dari etnis minoritas yang berpakaian tradisional beraneka ragam dan penuh warna, maka suasana sidang parlemen Tiongkok terlihat meriah dan penuh warna. Pemandangan menjadi semakin berwarna dengan kehadiran anggota parlemen yang tidak sedikit diantaranya masih muda-muda dan yang wanitanya pun cantik-cantik.

Kehadiran para utusan provinsi dan etnik minoritas dengan pakaian tradisional yang antara lain mengenakan jilbab, kopiah, topi koboi atau pernak-pernik lainnya membuat suasana dan pemandangan Kongres Rakyat Nasional yang diselenggarakan setiap tahun menjadi tidak monoton dengan penampilan anggota parlemen berjas gelap atau seragam militer. Kehadiran anggota parlemen yang berusia muda juga memperlihatkan berjalannya proses regenerasi kepemimpinan di RRT, baik di pusat dan daerah, karena tidak sedikit di antaranya yang berpotensi menduduki jabatan-jabatan penting di pemerintahan di masa-masa mendatang.

Leave a Reply

Silahkan komentar menggunakan akun facebook

Your email address will not be published. Required fields are marked *