Surga Kupu-kupu di Negara Bagian Meksiko

Setiap bulan Nopember jutaan kupu-kupu yang dikenal sebagai kupu-kupu raja melakukan migrasi besar-besaran dari Kanada Selatan ke Meksiko. Jutaan kupu-kupu tersebut terbang ribuan mil jauhnya untuk menghindari musim dingin di Kanada.

Di Meksiko, kupu-kupu tersebut tinggal di hutan pinus di negara bagian Michoacan dan Meksiko. Kupu-kupu tersebut bertelur dan berkembangbiak disana. Setelah tumbuh menjadi kupu-kupu menjadi dewasa, mereka pun terbang kembali ke Kanada secara berombongan pada bulan Januari dan Februari untuk hidup disana hingga datang musim dingin.

Tahun baru di Meksiko

Tahun 2019 baru saja datang. Perayaan dan pesta meriah dilakukan untuk menyambut malam pergantian tahun. Orang-orang berbondong-bondong datang ke pusat keramaian dan menikmati pesta kembang api ketika detik-detik tahun baru.

Tahun 2019 disambut dengan penuh optimisme dan suka cita di berbagai belahan dunia, termasuk di Meksiko. Di Mexico City perayaan pergantian tahun dipusatkan di Jalan Raya Reforma dengan menampilkan pertunjukan musik terbuka. Panggung besar dibangun di tengah jalan dan beragam artis kenamaan Meksiko yang tampil bergantian.

Namun di luar perayaan pergantian tahun yang sudah lazim dilakukan di banyak negara, di Meksiko terdapat tradisi pergantian tahun yang unik. Setidaknya ada tiga tradisi yang bisa diceritakan.

“Di Meksiko dan sebagian negara Amerika Latin terdapat mitos di mana saat detik-detik pergantian tahun kita mesti makan anggur sebanyak 12 butir buah. Anggur tersebut dimakan satu persatu sambil menyampaikan keinginan yang dicapai di tahun baru. Jumlahnya yang 12 butir dianggap mewakili jumlah bulan dalam setahun,” ujar Evi Siregar, seorang WNI yang sudah bertahun-tahun tinggal di Mexico City dan kini menjadi dosen pada College of Mexico.

Duta Kuliner Indonesia di Meksiko

“Cara paling cepat, paling efektif, dan paling halus untuk memopulerkan sesuatu ke pasar global adalah melalui apa yang saya sebut “diplomasi sosial-ekonomi.” Amerika Serikat melakukannya dengan “mengekspor” film-film Hollywood, Korea Selatan melakukannya dengan menyebarkan demam K-Pop ke seluruh dunia termasuk ke Indonesia.

Thailand melakukan diplomasi kuliner ke seluruh dunia dengan mendirikan restoran-restoran untuk mengenalkan kulinernya. Semua langkah tersebut sangat efektif untuk melakukan penetrasi ke suatu negara tetapi mereka tidak merasa,” demikian tulis Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam artikelnya di Majalah Swa Mei 2018 yang berjudul “Diplomasi Kuliner Indonesia”

Menyadari pentingnya diplomasi sosial ekonomi seperti yang dikatakan Menpar Arief Yahya, sejak lama Perwakilan RI di luar negeri mendorong dilakukannya diplomasi kuliner atau diplomasi gastronomi di Negara akreditasi.

Tempe Yang Semakin Dikenal di Meksiko

Sabtu (22/12/2018) KBRI Mexico City menyelanggarakan acara perpisahan bagi Duta Besar RI, Yusra Khan dan tiga orang staf yang telah berakhir masa tugasnya atau akan memulai tugas baru di tempat lain.

Serangkaian kegiatan pun digelar untuk memeriahkan acara, salah satunya adalah pemberian piagam penghargaan bagi WNI dan warga Meksiko yang memiliki jasa dalam mempromosikan Indonesia di Meksiko dalam beberapa tahun terakhir. Dari 18 piagam yang diberikan oleh Duta Besar RI Yusra Khan, salah satunya adalah piagam penghargaan kepada Luisa Veldes Martines atas jasa-jasanya mempromosikan gastronomi Indonesia, khususnya tempe.

Luisa adalah salah seorang warga negara Meksiko yang mengenal tempe saat saat menjadi peserta Darmasiswa di Indonesia tahun 2003. Kemudian, sejak 10 tahun lalu ia serius menggeluti bisnis gastronomi dengan membuat tempe dan memperkenalkan tempe ke masyarakat Meksiko.

“Saya mulai mengenal tempe pada tahun 2003 saat berkunjung ke Indonesia sebagai peserta Beasiswa Darmasiswa”, ujar Luisa dalam kata-kata bahasa Indonesia yang masih lumayan lancar.

Pemberontak Papua dan Terorisme Disponsori Negara

Pada 1 Desember 2018 berlangsung demo mahasiswa Papua di Surabaya. Demo yang mengakibatkan jatuhnya beberapa korban luka-luka tersebut dilakukan untuk memprotes berbagai pelanggaran HAM yang terjadi di Papua.

Hanya berselang sehari kemudian, tepatnya pada Minggu 2 Desember 2018 sebanyak 31 pekerja PT Istaka Karya yang tengah membangun jalan di Papua dibantai oleh kelompok gerakan separatis pimpinan Egianus Kogoya. Tindakan kelompok separatis terhadap 31 pekerja di Papua tersebut terjadi di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Membaca dua kejadian yang berurutan tersebut, sebenarnya sejak awal tidak sulit untuk menduga bahwa terdapat keterkaitan erat antara kegiatan demo mahasiswa Papua di Surabaya dengan pembantaian pekerja di Nduga.

AMLO, Presiden Baru Meksiko Yang Pernah Kalah Dua Kali

Apa rasanya kalah dua kali dalam pemilihan Presiden dan baru menang pada 8keikutsertaan ketiga? Kalau pertanyaan itu diajukan ke Andres Manuel Lopez Obrador atau biasa disingkat AMLO, maka mungkin ia akan menjawabnya dengan sederhana, “kekalahan adalah kemenangan yang tertunda”. AMLO kalah dalam pilpres 2006 dan 2012, tapi akhirnya menang di 2018 dan akan dilantik hari ini 1 Desember 2018 ini.

Mundur dari jabatan Walikota Mexico City pada tahun 2005 guna mencalonkan diri sebagai Presiden Meksiko pada 2006 mewakili Coaliton for the Good of All yang terdiri dari Partai Republik Demokratik (PRD), Partai Buruh dan Gerakan Rakyat.  AMLO yang saat itu menjadi anggota PRD adalah tokoh yang populer dan berpeluang sangat besar untuk terpilih sebagai Presiden. 

Ziarah ke Makam Coco di Panteon de Dolores

Sudah pernah nonton film COCO? Kalau sudah pasti tau dong siapa yang bernama Coco? Nah konon makam si tokoh Coco yang ternyata bernama Renata Gigma berada di pemakaman umum Panteon de Dolores, Mexico City. Makam tersebut merupakan satu dari 700.000 makam yang berada di area pemakaman tersebut.

Pemakaman umum seluas sekitar 500 hektar dan merupakan pemakaman sipil terluas di Amerika Latin ini diresmikan pada tahun 1875. Pemakaman ini didirikan oleh Juan Manuel Benfield, pemilik peternakan kuda di Coscoacoaco. Sebagai seorang tuan tanah, Benfield mulai membangun kawasan pemakaman pada tahun 1870 untuk menghormati adiknya yang meninggal di Veracruz saat baru tiba dari London.

Tips Menulis Dari Negeri 5 Menara

“Saya ingin sekali menulis, tapi saya kan tidak punya bakat menulis dan tidak punya waktu, jadi bagaimana saya bisa menulis?”, begitu kegalauan banyak orang yang ingin sekali menulis.

“Lebih mudah bercerita sambil ngopi daripada menulis,” ujar yang lain

Menyadari kegalauan kebanyakan orang yang ingin menulis tapi tidak tahu harus darimana memulainya, maka Ahmad Fuadi yang kondang dengan novelnya “Negeri 5 Menara” pun memberikan nasihat “sederhana”.

Jejak Aztec di Istana Nasional Meksiko

Dulu, setiap kali saya menonton filmopm yang menggambarkan suku bangsa Indian di Amerika Latin seperti Aztec atau Maya, maka gambaran yang didapatkan adalah mengenai suku-suku bangsa yang hidup di hutan-hutan, berpindah-pindah dan tinggal di tenda-tenda lancip.

Gambaran di atas berbeda misalnya dengan gambaran mengenai bangsa-bangsa di Mesir dan Eropa yang menetap dan tinggal di sebuah bangunan, rumah ataupun istana. Padahal mereka hidup pada kurun waktu yang sama.

Hal tersebut tentu saja memunculkan pertanyaan, apakah suku-suku bangsa di Amerika Latin tidak memiliki budaya mendirikan bangunan sebagai tempat kediaman? Apakah suku-suku bangsa di Amerika Latin tersebut hidup hanya berkelompok-kelompok/bersuku-suku saja dengan dipimpin seorang kepala suku atau yang dituakan dan tidak mengenal bentuk pemerintahan yang lebih luas seperti kerajaan atau kekaisaran.

Kisah Patung yang Berpindah Tempat

Sebuah patung perunggu berukuran raksasa berdiri kokoh di halaman Plaza Manuel Tolza, di kawasan Centro Mexico City. Patung perunggu tersebut menggambarkan sosok Raja Charles IV dari Spanyol tengah menunggang kuda.

Patung yang juga dikenal dengan nama El Caballito ini mulai dibuat pada 4 Agustus 1802 dibawah supervisi Manuel Tolsa, Direktur Akademi San Carlos. Tujuan pembuatan patung itu sendiri  dimaksudkan untuk menghormati Raja Charles IV, yang merupakan penguasa terakhir negara Spanyol Baru (sekarang Meksiko).

Merayakan Kemerdekaan Meksiko

Tanggal 16 September merupakan tanggal istimewa bagi rakyat Meksiko karena tanggal tersebut diperingati sebagai hari kemerdekaan dan hari libur nasional.

Tanggal 16 September ditetapkan sebagai hari kemerdekaan karena pada tanggal tersebut terjadi peristiwa dimana Miguel Hidalgo, salah seorang pemimpin nasional perang kemerdekaan Meksiko, melakukan tangisan kemerdekaan (El Grito de la Independence) di kota Dolores, Guanajuato, pada tanggal 16 September 1810. Tangisan kemerdekaan atau el Grito tersebut sangat penting karena dinilai menjadi awal terjadinya gerakan revolusi menghadapi Spanyol.

Masyarakat Meksiko merayakan hari kemerdekaan dengan menyalakan kembang api, makan dan minum, pesta dansa dan musik, serta parade militer pada tanggal 16 September 2018.

Teotihuacan Dan Misteri Tempat Kelahiran Tuhan

“Dimanakah tempat Tuhan atau Dewa dilahirkan?” Jawaban atas pertanyaan tersebut tentu saja bisa beragam dan panjang lebar, tergantung latar belakang siapa yang menjawabnya. Tapi kalau pertanyaan tersebut diajukan ke masyarakat Bangsa Aztec yang mendiami lembah Meksiko, maka jawabannya adalah Tuhan atau Dewa dilahirkan di Teotihuacan (baca: teotiwa’kan).

Teotihuacan adalah sebuah kota Mesoamerika kuno yang berlokasi di anak lembah Meksiko, sekitar 40 km timur laut Mexico City saat ini. Nama Teotihucan bukan berasal dari jejak-jejak reruntuhan bangunan dan piramid di kota tersebut, melainkan diberikan oleh Bangsa Aztec yang menguasai kota Mesoamerika kuno tersebut. Bangsa Aztec yang menguasai Teotihuacan, meski mereka tidak tinggal di kota tersebut, memberi nama tempat dan struktur utama yang ada di situs tersebut sebagai “Tempat para dewa” dimana mereka meyakini bahwa dari tempat tersebutlah dunia diciptakan.