Sensasi Kopi Enrekang

Setiap yang memiliki rasa pasti memiliki jiwa (Film Filosofi Kopi 2)

Pagi ini ketika menyeruput segelas kopi, tetiba kuteringat salah satu filosofi kopi yang disampaikan seorsng barista yang menjadi pemeran utama dalam film Filosofi Kopi 2, “Ingat, mesti tidak tertulis, setiap yang memiliki rasa pasti memiliki jiwa”.

Kopiku pagi ini adalah kopi Enrekang, Sulawesi Selatan. Kopi yang aslinya berasal dari Kelurahan Kalosi, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang tersebut kudapat dari kedai kopi di pasar basah Galaxy, Bekasi Barat. Konon kopi Enfekang merupakan jenis kopi yang langka. Kopi berjenis arabika ini hanya dapat dijumpai pada dua negara yaitu Indonesia dan Brazil.

Pada plastik kemasan biji kopi seberat 200 gr tertulis biji kopi diroasting pada 6 Agustus 2020 dan diproses secara fullwash. Artinya kopi tersebut baru 2 hari lalu diroasting, masih segar dan aromanya tercium kuat.

Aku minta agar biji kopi tersebut digiling sehingga di rumah tinggal menyeduhnya.

“Baik pak, tapi gilingannya agak kasar,” ujar pedagang kopi merangkap barista di kedai kopi pasar Galaxy.

Ketika akhirnya kopi tersebut diseduh dengan saringan kertas, tampak bulir-bulir kopi bening menetes sedikit demi sedikit ke gelas penampung.

Aromanya yang kuat langsung menusuk melewati rongga hidung. Sementara rasa asamnya langsung menempel di lidah, menyeruak rongga mulut dengan sempurna.

Tidak perlu gula atau pemanis untuk melengkapi kenikmatan menyesap secangkir kopi ini. Karena Tuhan sudah menitipkan kesempurnaan jiwa di kopi itu sendiri.

Menikmati kopi bukan sekedar soal sruput menyeruput

Menikmati kopi adalah tentang rasa dan proses penjiwaan

Tentang proses perubahan sebiji kopi menjadi secangkir kopi

Tentang kerja keras dan kecintaan petani kopi

Ada rasa dan jiwa yang melekat di dalamnya

Leave a Reply

Silahkan komentar menggunakan akun facebook

Your email address will not be published. Required fields are marked *