Tag Archives: Bung Karno

Dialog Imajiner Bersama Putra Sang Fajar

Matahari mulai tergelincir meninggalkan batas median, bergeser dari tengah-tengah langit, menuju arah tenggelamnya di barat.

“Telah tiba waktu sholat dzuhur,” ujarku dalam hati, sambil mengayunkan langkah menaiki anak tangga menuju lantai empat gedung kantorku yang letaknya masih di dslam komplek kantor kepresidenan. Lantai empat yang kumaksud bukanlah lantai bangunan yang sesungguhnya, tetapi atap bangunan yang terbuka. Di atap ini terdapat sebuah mushola minimalis khusus pegawai yang baru saja dibangun pada awal tahun 2020. 

Seorang pegawai pria terlihat tengah duduk di kursi besi yang disediakan sambil membuka sepatunya. Sementara seorang pegawai lainnya tengah mensucikan diri dengan wudhu. Aku pun bersegera melepas sepatu yang kupakai, menggantinya dengan sandal jepit dan ikut berwudhu. Setelah itu melaksanakan sholat dzuhur berjamaah.

Usai sholat, aku memilih untuk tetap di atap gedung di lantai empat dan sejenak memandangi kawasan istana kepresidenan yang terletak di sebelah barat. Dari tempatku berdiri tampak kulihat atap-atap bangunan di kawasan istana yang mirip satu sama lain.  

Selamat Ulang Tahun Bung Karno Sang Pemimpin

Hari ini 6 Juni 117 tahun yang lalu di Surabaya (bukan Blitar) telah lahir seorang anak lelaki bernama Koesno Soesrodihardjo dari pasangan suami istri Raden Soekemi Soesrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai. Koesno Sosrodihardjo yang kemudian berganti nama menjadi Soekarno atau akrab dengan sebutan Bung Karno merupakan salah seroang bapak pendiri bangsa yang menghabiskan sebagian besar masa hidupnya untuk berpikir dan berjuang atas nama kemerdekaan bangsa Indonesia.

Sebagai pendiri bangsa dan Proklamator/Presiden RI pertama banyak tulisan yang mengisahkan sosok Bung Karno, mulai dari kisah masa kecilnya, masa perjuangan, masa kejayaan, himgga masa keterpurukannya. Dari sekian banyak tulisan mengenai Bung Karno, salah satu tulisan yang menarik adalah tulisan “Soekarno Head to A Nation” yang menjadi artikel utama majalah Newsweek terbitan 15 Februari 1965. Sebuah tulisan faktual yang mengisahkan kebijakan Bung Karno di tahun-tahun yang dikenal sebagai “A Year of Living Dangerously”, masa dimana terjadi pertarungan politik memperebutkan kekuasaan yang dipimpin Partai Komunis Indonesia.