Tag Archives: lalu lintas

7 Perilaku Buruk Berlalu-lintas di Tiongkok

lalu lintas BeijingSejalan dengan pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang sedemikian pesat, tingkat kemakmuran masyarakat di negeri berpenduduk 1,3 milyar ini juga meningkat pesat. Peningkatan kemakmuran tersebut antara lain tercermin dari peningkatan jumlah penggunaan kendaraan bermotor dari tahun ke tahun. Data Kementerian Keamanan Umum RRT menyebutkan bahwa pada 2013 terdapat sekitar 240 juta kendaraan di Tiongkok, dengan penambahan kendaraan baru sebanyak 15 juta per tahunnya.

Akibat peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang sedemikian pesat, meski diikuti dengan penambahan jalan raya dan fasilitas transportasi umum, pada gilirannya menimbulkan kemacetan lalu lintas di sebagian besar jalan raya di kota-kota besar di Tiongkok seperti seperti Beijing, Shanghai, Guang Zhou dan Chengdu. Macet di samping disebabkan oleh tidak seimbangnya jumlah panjang jalan dengan banyaknya kendaraan, juga disebabkan antara lain oleh terjadinya kecelakaan dan perilaku berlalu-lintas yang buruk dari para pengguna jalan raya seperti menghentikan kendaraan tidak pada tempatnya atau menyerobot jalur kendaraan lain.

Dari beberapa kajian diketahui bahwa perilaku buruk berlalulintas masyarakat di Tiongkok tidak terlepas dari sikap yang tidak mau mengalah di kalangan masyarakat Tiongkok, yang dikenal sebagai perilaku “mendahului”. Perilaku tersebut dibawa ke jalan raya oleh para pengguna lalu lintas, tidak peduli mereka orang kaya yang mengendarai mobil mewah, sopir taksi ataupun pejalan kaki, perilakunya memiliki kesamaan yaitu selalu ingin mendahului yang lain.

Menyoal Prioritas Berlalu Lintas

Macet sudah menjadi menu sehari-hari bagi warga Jakarta dan sudah masuk tingkat yang sangat memprihatinkan. Penyebab utama kemacetan yang kian parah adalah meningkatnya volume kendaraan yang beroperasi, sementara  penambahan kapasitas jalan tidak mencukupi. Tidak heran jika para pengguna jalan saling berebut menggunakan kapasitas jalan raya agar tidak terlambat tiba di tujuan.

Bagi masyarakat umum memang tidak ada pilihan lain selain berupaya sendiri untuk berebut lahan jalan dan memanfaatkannya semaksimal mungkin. Namun bagi pejabat ataupun orang yang mampu, upaya untuk berebut lahan jalan raya bisa menjadi lebih mudah dengan menggunakan jasa pengawalan menggunakan mobil/motor polisi (voorrijder). Mobil/motor polisi inilah membunyikan sirine untuk meminta pengguna jalan lain memberi jalan terhadap yang dikawalnya.

Polisi Tidur di Belgia

Bicara polisi tidur, ingatan kita pasti mengarah kepada gundukan aspal/semen yang dipasang melintang di jalan, umumnya di daerah perumahan.  Tujuan pemasangan untuk memperlambat kecepatan kendaraan agar tidak membahayakan keselamatan atau ketenangan warga perumahan.

Gundukan aspal yang dikenal sebagai polisi tidur tersebut (karena dicat hitam putih seperti polisi lalu lintas) bentuknya bisa beragam, mulai dari yang benar-benar seperti polisi sedang tidur, hingga yang berbentuk polisi nungging (karena tinggi dan terjalnya gundukan yang dipasang).

Seperti di Indonesia, di Belgia sebenarnya juga ada upaya untuk memperlambat kecepatan kendaraan di kawasan perumahan. Bukan dengan membuat gundukan aspal/semen, yang justru bisa merusak jalan dan kendaraan serta dapat membahayakan pengemudinya, melainkan dengan membuat pengaturan pemakaian jalan.