Tempe Yang Semakin Dikenal di Meksiko

Sabtu (22/12/2018) KBRI Mexico City menyelanggarakan acara perpisahan bagi Duta Besar RI, Yusra Khan dan tiga orang staf yang telah berakhir masa tugasnya atau akan memulai tugas baru di tempat lain.

Serangkaian kegiatan pun digelar untuk memeriahkan acara, salah satunya adalah pemberian piagam penghargaan bagi WNI dan warga Meksiko yang memiliki jasa dalam mempromosikan Indonesia di Meksiko dalam beberapa tahun terakhir. Dari 18 piagam yang diberikan oleh Duta Besar RI Yusra Khan, salah satunya adalah piagam penghargaan kepada Luisa Veldes Martines atas jasa-jasanya mempromosikan gastronomi Indonesia, khususnya tempe.

Luisa adalah salah seorang warga negara Meksiko yang mengenal tempe saat saat menjadi peserta Darmasiswa di Indonesia tahun 2003. Kemudian, sejak 10 tahun lalu ia serius menggeluti bisnis gastronomi dengan membuat tempe dan memperkenalkan tempe ke masyarakat Meksiko.

“Saya mulai mengenal tempe pada tahun 2003 saat berkunjung ke Indonesia sebagai peserta Beasiswa Darmasiswa”, ujar Luisa dalam kata-kata bahasa Indonesia yang masih lumayan lancar.

“Sejak itu saya jatuh cinta pada cita rasa tempe dan sering kangen untuk menikmatinya. Karena sulit mendapatkan tempe di Meksiko, akhirnya saya memutuskan untuk belajar membuat tempe pada sekitar 10 tahun lalu. Saya belajar dari Rustono, orang Indonesia yang tinggal di Jepang dan sukses mengembangkan usaha tempe di sana,” ujar Luisa.

“Berbekal ilmu yang didapat dari Rustono, saya kemudian mulai mencoba membuatnya sendiri sedikit demi sedikit. Awalnya untuk kebutuhan sendiri. Tapi karena banyak pula yang memesan termasuk staf di Kedutaan, saya pun mulai membuat lebih banyak lagi dan menjualnya kepada mereka yang berminat,” ujar Lusia lebih lanujt

“Sekarang untuk membuat tempe tidak lagi secara manual, dengan mengupas kedelai satu dan mencampur kedelai dan ragi menggunakan tangan. Pembuatan tempe sudah menggunakan mesin pengolah tempe yang dibeli dari Indonesia” ujar Luisa ketika ditanyakan mengenai proses produksi yang dilakukannya.

“Raginya pun dibeli dari Indonesia”, ujarnya menambahkan

Kini setelah sekitar 10 tahun memproduksi tempe di Meksiko, tempe banyak dikenal di berbagai restoran dan hotel di Meksiko, bukan hanya di Mexico City, tetapi juga di provinsi-provinsi lainnya.

Dari penuturan Luisa, saat ini pabrik tempe yang dikelolanya setidaknya menghasilkan 600 kg tempe sebulan. Tempe-tempe tersebut dijual ke hotel-hotel dan restoran-restoran yang ada di Meksiko, bukan hanya di Mexico City tetapi juga di kota-kota dan provinsi-provinsi lainnya di Meksiko.

Tempe-tempe tersebut dijual mentah dan diserahkan sepenuh kepada pembeli untuk mengolahnya. Ada tempe yang dijadikan pengganti daging untuk mereka yang vegetarian, dijadikan isi burger atau campuran tacos.

Harganya pun bervariasi tergantung ukurannya, tapi umumnya bervariasi antara 40-100 pesos (sekitar 30.000 — 75.000 rupiah). Dengan harga yang relatif tidak terlalu mahal bagi masyarakat Meksiko tersebut tempe yang merupakan produk olahan dari kacang kedelai, memiliki rasa enak dan nilai gizi tinggi semakin diminati masyarakat Meksiko.

Dengan potensi seperti tersebut di atas, tidak mengherankan jika Duta Besar, Yusra Khan memberikan piagam penghargaan kepada Luisa Valdez Martinez yang terus menerus memperkenalkan tempe dan mendukung produksi tempe menggunakan peralatan yang didatangkan dari Indonesia.

Dengan semakin dikenalnya tempe di Meksiko, tugas KBRI pun akan lebih dipermudah dalam memperkenalkan kuliner khas Indonesia lainnya. Diplomasi gastronomi Indonesia pun dapat lebih difokuskan pada pengolahan makanan berbahan tempe.

Mexico City, 22 Desember 2018

Leave a Reply

Silahkan komentar menggunakan akun facebook

Your email address will not be published. Required fields are marked *