Monthly Archives: April 2016

Diplomasi Film Animasi

Siang 5 April 2016 kemarin, ruang Nusantara di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terlihat berbeda. Ruangan serbaguna yang biasanya lebih banyak digunakan untuk rapat, seminar, briefing, atau kegiatan internal Kemenlu lainnya, siang itu ditata menjadi ruangan theater dengan layar lebar terpasang di salah satu sisinya.

Sejumlah diplomat Indonesia yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri A. M Fachir tampak menghadiri kegiatan nonton bareng film animasi karya anak bangsa Indonesia yang berjudul “Battle of Surabaya: There is No Glory in War” yang digelar atas kerja sama Kelompok Kerja Diplomasi Ekonomi Kemenlu, Direktorat Diplomasi Publik dan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STIMIK) AMIKOM Yogyakarta.

Merawat Silahturahmi Lewat Aksi Ulang Foto Lawas

FB_IMG_1455752207135Jika sebuah gambar lebih bermakna dari seribu kata, maka sebuah foto bukan hanya lebih bermakna dari seribu kata tetapi juga memiliki makna lebih dari itu, merekam peristiwa dan menyimpannya dalam kurun waktu yang sangat lama, bahkan seumur hidup. Sebuah foto bisa menjadi bukti sejarah bahwa pada suatu masa kita pernah berada di suatu tempat, baik sendiri maupun bersama-sama keluarga, kerabat, sahabat dan lainnya.

Menatap sebuah foto, apalagi jika terdapat diri kita di dalamnya, maka ingatan kita akan terbawa pada suatu kenangan akan suatu tempat dan masa tertentu yang tidak mungkin kembali. Melihat-lihat foto-foto masa lalu bisa menjadi hal yang menyenangkan. Kita bisa mengumpulkan kenangan-kenangan yang terserak yang mungkin membuat kita bisa lebih bijaksana.

Tentu saja bukan hal mudah untuk mengembalikan kenangan yang terserak di masa lalu ke masa kini. Ibarat bermain puzzle, kita mesti mengumpulkan keping-keping kenangan satu demi satu untuk mendapatkan sebuah gambaran yang utuh, yang bahkan kita tidak tahu apakah kepingan-kepingan itu masih lengkap atau tidak.

Nach ibarat bermain puzzle, saya dan teman-teman SMA mencoba melakukan rekonstruksi kenangan di masa sekolah berdasarkan foto-foto saat itu, salah satunya adalah saat bermain di kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol sekitar tahun 1983. Saat itu, tujuh orang sekawan (Saya, Hermen, Karnadi, Mulad Wibowo, Mulyadi, Purwanto dan Priyo Rahardjo) dengan masih berseragam sekolah memanfaatkan waktu kosong di sekolah untuk bermain-main di pantai Ancol. Saat itu kawasan pantai Ancol belum seramai dan sepadat seperti sekarang. Belum ada tempat hiburan seperti Dunia Fantasi ataupun kereta gantung (Gondola).