Category Archives: Olah Raga

Belajar dari Sir Alex Ferguson

“If you want to copy or learn something, learn from the successful people, not from the failures,” (Mahathir Mohammad)

Ada peristiwa menarik sesaat sebelum pertandingan antara Manchester United (MU) dan Sunderland berlangsung di stadion Old Traford, kandang MU, semalam (06/11). Malam itu, Sir Alex Feguson, pelatih dan manajer MU menerima penghargaan sebagai pelatih MU yang genap 25 tahun tahun atau seperempat abad memimpin klub berjulukan Setan Merah tersebut.

Dan cuplikan kata-kata mantan PM Malaysia Mahathir Mohammad tersebut di atas teras pas jika ditujukan ke diri Ferguson karena kita bisa belajar dari kepemimpinannya yang sukses membawa klub berjulukan Setan Merah tersebut ke puncak prestasi sepak bola, bukan hanya di Inggris tetapi juga dunia. Tercatat dibawah kepemimpinannya sejak akhir tahun 1986, klub kota Manchester tersebut jarang absen dalam perolehan gelar juara. Setidaknya 37 trofi juara telah berhasil diraih MU atau rata-rata merebut lebih dari 1 gelar juara per tahun, termasuk di dalamnya menjadi juara Liga Primer sebanyak 12 kali, juara Piala Champion 2 kali dan 1 kali juara Piala Dunia antar klub.

Setan Merah Pun Terkulai Di Kaki City

Dalam suatu pertandingan sepakbola dimana kondisi dua tim berimbang, jangan pernah sekalipun kehilangan pemain karena kartu merah. Akibatnya bisa fatal, bahkan untuk tim sekelas Manchester United (MU).  Ketika MU kehilangan Jonny Evans yang diusir wasit di awal babak kedua, MU pun takluk dengan skor telak  Hal ini sangat mengejutkan mengingat di awal kompetisi, MU terlihat perkasa dengan mengantungi 5 kemenangan berturut-turut dengan dengan skor telak. Tapi Minggu malam kemarin (23/10), keperkasaan Setan Merah (sebutan bagi MU) seolah sirna ketika babak belur dihantam klub sekotanya, Machester City (the Citizen) dengan skor telak 1-6. Ini merupakan kekalahan telak pertama Setan Merah dalam sebuah pertandingan derby (pertandingan antar tim sekota) sejak tahun 1955 (66 tahun lalu) dimana saat itu the Citizen memukul Setan Merah dengan skor 5-0. Sebagai pendukung MU, saya tentu saja kecewa dengan kekalahan tersebut, karena berarti MU gagal merebut puncak klasmen.

Kemenangan telak the Citizen atas MU tersebut justru memperkokoh statusnya sebagai pemimpin klasmen sementara dengan angka 25 dan membuktikan bahwa uang memang berbicara di sepak bola. Sekitar 5-10 tahun lalu para pendukung the Citizen masih merasa sebagai pendukung klub sepak bola kelas dua. The Citizen masih jauh dari bayang-bayang kebesaran MU yang selalu meraih gelar demi gelar, bukan hanya di Inggris tetapi juga di Eropa. Ketika pelatih MU Sir Alex Fergusson berkali-kali mengangkat piala-piala kemenangan di berbagai kompetisi di Inggris dan Eropa, para pendukung the Citzen hanya bisa berdoa agar klubnya tidak terdegradasi dari liga utama.

ASEAN di Piala Dunia 2030

Ada yang menarik dari pertemuan informal para Menlu ASEAN (ASEAN Ministerial Meeting Retreat) yang baru saja dilangsungkan di Lombok, 16-17 Januari 2011. Ditengah-tengah pembahasan isu-isu utama ASEAN seperti persiapan KTT ASEAN dan pembentukan Komunitas ASEAN serta new regional architecture, para Menlu ASEAN ternyata juga membicarakan masalah sepakbola. Keberhasilan penyelenggaraan putaran final Piala Suzuki ASEAN Football Federation (AFF) 2010 dan antusiasme tinggi para pendukung sepakbola di kawasan Asia Tenggara ternyata menginspirasikan para Menlu ASEAN untuk menjadikan negara ASEAN sebagai tuan rumah bersama Piala Dunia Sepakbola.

Brazil Wept

When the match Netherlands vs Brazil has just begun, I wrote on the twitter “Brazil will be lost because wearing uniforms away.”

What I wrote on twitter unlikely to become reality. Brazil played well in the first 30 minutes and winning 1-0 in the 10th minute goal by Robinho.

In the twitter, fans continue tweet for the Brazilian Samba team. Meanwhile, via Blackberry Messenger, various groups are also supporting Brazil. Brazilian supporters seem overly confident and predicted his favorite team would win easily. Some estimate the Netherlands will suffer the same fate with when Germany beat England 4-1 in round 16.