Hoax Foto Potongan Kepala Ruyati

Belum lagi keriuhan kasus hukum pancung Ruyati yang bekerja di Arab Saudi sebagai TKI mereda, beredar sebuah foto yang dikatakan sebagai fotongan kepala Ruyati setelah dipancung (lengkap dengan potongan badannya). Foto ini beredar luas dari group-group Blackberry Messenger (BBM) dan juga milis-milis di internet. Di dalam isi berita BBM dan milis tersebut bunyi pesan sebagai berikut “ Jenazah ibu Ruyati stlah dieksekusi hukum pancung http://xxx.jpg (alamat link saya sensor).  Mari kita do’akan semoga beliau diterima di sisinya. Warning yg gak berani lihat jangan coba2 buka … “

Peredaran foto ini tentu saja membuat heboh masyarakat dan ramai-ramai mereka memperbincangkan foto tersebut.  Saya sendiri tidak langsung percaya terhadap informasi tentang foto tersebut. Setidaknya ada 2 alasan kenapa saya tidak percaya: pertama, berdasarkan cerita dari para saksi mata/penonton proses eksekusi, mereka tidak diperkenankan untuk mengambil gambar/memotret kawasan di tempat pemancungan dan pelaksanaannya baik sebelum, selama ataupun sesudah peristiwa pemancungan. Kedua, secara logika, tidak mungkin pemerintah Arab Saudi memerintahkan pegawainya untuk memotret jalannya eksekusi dan sesudahnya serta membagikan hasilnya ke publik lewat internet.

Dengan alasan tersebut di atas maka saya berani menyatakan bahwa foto yang dikatakan berisi gambar kepala Ruyati yang terpenggal dan beredar di BBM dan milis adalah berita bohong alias hoax. Ketidakpercayaan saya semakin kuat setelah saya googling dan menemukan gambar serupa di internet. Gambar tersebut ternyata adalah potongan kepala salah seorang siswi sekolah di Poso yang tewas ketika terjadi kerusuhan di beberapa waktu yang lalu. Karena sadisnya gambar tersebut, maka tidak saya sertakan dalam postingan ini. Tapi kalau anda penasaran bisa cari sendiri di google.

Terkait dengan hoax, seorang rekan dekat sayamengatakan bahwa  hoax muncul sebagai suatu kreatifitas tak terarah, berkembang luas karena aspek kekinian dari berita dan peran manusia sebagai mahluk sosial juga komponen utama dalam proses komunikasi. Kalau dulu hanya getok tular (disebut isu) maka sekarang merantau antar sns.

Ditambahkan oleh rekan saya tersebut bahwa cara paling mudah menghapus hoax adalah dengan meneruskan pesan yang diterima setelah lebih dulu merubah link yang ada (kalau memang disertakan). Dan menambah penjelasan di kepala pesan (headera) berupa peringatan: INI HOAX JANGAN DITERUSKAN , kemudian diikuti pesan yang diteruskan, namun hanya bagian awalnya.

Contoh:

”INI HOAX JANGAN DITERUSKAN. Jenazah ibu Ruyati stlah dieksekusi hukum pancung http://xxx.jpg (alamat link sudah diganti).  Mari kita do’akan semoga beliau diterima di sisinya. Warning yg gak berani lihat jangan coba2 buka … “

Akhirnya melalui tulisan ini, saya hanya bisa mengharapkan agar pihak-pihak yang suka menyebarluaskan berita atau gambar bohong hendaknya menghentikan segala aksinya. Kepada anggota masyarakat yang kebetulan menerima suatu berita atau gambar, sebaiknya menahan diri terlebih dan jangan terbawa arus untuk tanpa disadari ikut-ikutan menyebarkan berita atau gambar yang belum diyakini kebenarannya. Kasihan masyarakat yang sudah lelah setiap hari dijejali dengan berita-berita politik yang simpang siur dan tidak sedikit yang penuh dengan kebohongan. Daripada memperkeruh suasana, lebih baik kita melakukan kegiatan-kegiatan positif dan mencari solusi bersama yang bisa memajukan dan mensejahterakan masyarakat dan negeri  kita.

 

Leave a Reply

Silahkan komentar menggunakan akun facebook

Your email address will not be published. Required fields are marked *