Mari Saling Memaafkan Apapun Medianya

Met Idul FitriSaat Idul Fitri tiba, ucapan selamat hari raya dan permohonan maaf pun terucap, baik kepada orang-orang di dekat kita ataupun kepada orang-orang yang keberadaannya jauh dari kita.

Di era kejayaan pos, untuk mengirimkan ucapan Idul Fitri, seseorang mesti menuliskan pesan di atas secarik kertas atau kartu pos satu persatu, menuliskan alamat yang dituju di atas amplop, mendatangi kantor dan menempelkan perangko di pojokan amplop, baru pesan dikirim. Beberapa hari kemudian, kecepatan tergantung besarnya biaya perangko, pesan Idul Fitri diterima di alamat tujuan.

Ketika teknologi komunikasi semakin maju, pengiriman ucapan Idul Fitri pun tergeser oleh pesan pendek lewat telepon dan sekarang oleh jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter serta berbagai aplikasi lainnya. Cukup dengan menekan satu tombol, dalam hitungan detik ucapan selamat Idul Fitri sudah terkirim dan mendarat di gadget penerima.

Meskipun demikian, jika menyimak pesan-pesan yang disampaikan, maka pada dasarnya pesan yang disampaikan tetap sama. Pesan-pesan tersebut setidaknya dapat dikelompokan menjadi:

* Permohonan maaf langsung, tanpa basa basi, contoh “selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir bathin”.

* Permohonan maaf puitis, contoh:

– “mawar berseri di pagi hari, pancarannya putih menyapa nurani. Pesan dikirim pengganti diri. selamat Idul Fitri mohon maaf lahir dan bathin”,

– “kala mata melihat, kala bibir berucap, kala hati bersangka, kadang tersirat khilaf. di hari fitri 1 syawal ini, mohon maaf lahir & bathin”

– “Ramadhan telah kita tempuh, Kita dengar gema takbir mengumandang. Saling memaafkan dengan hati yg lapang. Dengan hati yang bersih kita kembali menjadi fitri.Minalaidin wlfaidzin mohon maaf lahir bathin”.

* Permohonan maaf menggunakan bahasa asing, contoh:

– “Taqobbalallahu minnaa waminkun Taqobbal yaa karim,kullu’amin wa antum fii khoir,Shiyamana wa shiyamakum, minal aidin wal faidzin maaf lahir batin”.

– Faith makes all things possible. Hope makes all things work. Love makes all things beautiful. May you have all of the three. Happy Iedul Fitri.”

* Permohonan maaf menggunakan bahasa daerah, contoh:

– “Cangkem iki sering nggedabrus, utek iki sering mikir sing elek. Minal aidzin wal faidzin. Mohon maaf lahir batin”.

* Permohonan maaf kreatif dengan menyinggung produk layanan operator telekomunikasi. Contoh:

– “Walau hati tak sebening xl, tak secerah mentari. fren,aku mohon simpati-mu untuk bebas-kan aku dari sgala dosa.mohon maaf lahir batin ya”.

– “Walopun operator sibuk n’ sms pending terus, Kami sekeluarga tetap kekeuh mengucapkan Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir Dan batin”

– Menjelang Lebaran, Sebelum Sinyal Hilang, Sebelum Operator Sibuk, Sebelum pesan pending mulu, Saya mo ngucapin . Met Idul Fitri, Minal Aidzin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Bathin”

* Permohonan maaf gaya anak muda, contoh:

– “MTV bilang kalo Mo minta maap ga usah nunggu lebaran. Orang bijak bilang kerennya kalo minta maap duluan. Alm. Ust. Jefri bilang orang cakep minta maap gak perlu disuruh. Kyai blg org jujur Ga perlu malu utk minta maap. Jad karena Merasa anak nongkrong yg jujur, keren cakep Dan baek Ya gw ngucapin minal aidzin wal faizin , mohon maaf lahir Dan batin ..”

Selamat Idul Fitri, apapun medium pengiriman pesan yang disampaikan, mari kita saling memaafkan dengan tulus dan ikhlas, lahir dan bathin. Kalau boleh tahu kapan anda mengirimkan pesan Idul Fitri kepada keluarga, kerabat, sahabat dan teman anda yang jauh di mata namun dekat di hati? Dan masuk kategori apa pesan yang anda kirimkan?

Leave a Reply

Silahkan komentar menggunakan akun facebook

Your email address will not be published. Required fields are marked *