Polisi Tidur di Belgia

Bicara polisi tidur, ingatan kita pasti mengarah kepada gundukan aspal/semen yang dipasang melintang di jalan, umumnya di daerah perumahan.  Tujuan pemasangan untuk memperlambat kecepatan kendaraan agar tidak membahayakan keselamatan atau ketenangan warga perumahan.

Gundukan aspal yang dikenal sebagai polisi tidur tersebut (karena dicat hitam putih seperti polisi lalu lintas) bentuknya bisa beragam, mulai dari yang benar-benar seperti polisi sedang tidur, hingga yang berbentuk polisi nungging (karena tinggi dan terjalnya gundukan yang dipasang).

Seperti di Indonesia, di Belgia sebenarnya juga ada upaya untuk memperlambat kecepatan kendaraan di kawasan perumahan. Bukan dengan membuat gundukan aspal/semen, yang justru bisa merusak jalan dan kendaraan serta dapat membahayakan pengemudinya, melainkan dengan membuat pengaturan pemakaian jalan.

Mengingat jalan-jalan di kawasan perumahan umumnya cukup lebar dan memiliki dua jalur, maka pada jarak tertentu (misalnya setiap 50 m) dipasang patok atau penghalang pada masing-masing ruas jalan (lihat foto). Dengan cara ini, kendaraan yang lewat otomatis akan mengurangi kecepatan dan menunggu giliran jika pada saat yang bersamaan terdapat kendaraan lain dari arah yang berlawanan.

Dengan cara di atas, secara teknis tidak menimbulkan gangguan bagi kendaraan, tidak mengganggu kenyamanan dan keselamatan (misalnya saat membawa orang sakit atau ibu hamil). Lingkungan juga bisa menjadi lebih asri karena di tempat pemasangan patok bisa diletakkan pot bunga. Namun demikian, mengingat jalan-jalan di Indonesia kondisinya tidak sama persis dengan Belgia, cara di atas tidak bisa diadopsi sepenuhnya. Yang bisa dilakukan adalah membuat polisi tidur yang lebih nyaman, misalnya dengan gundukan yang tidak terlalu tinggi. Jangan sampai gara-gara polisi tidur muncul keluhan “ketemu polisi tidur aja repot, apalagi polisi yang terjaga“.

Leave a Reply

Silahkan komentar menggunakan akun facebook

Your email address will not be published. Required fields are marked *