Tahun Baru Cina dan Kuliner

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dua hari menjelang tahun baru Cina yang jatuh pada tanggal 3 Februari 2011, kantor kami menerima kiriman dua buah parcel besar berisikan buah dari kedutaan Cina di Jakarta. Parcel pertama berisikan satu dus jeruk mandarin dan parcel kedua berisikan satu dus apel. Tidak membutuhkan waktu lama, kedua dus buah tersebut langsung tandas isinya karena dibagi rata ke seluruh staf.

Kami senang-senang saja menerima kiriman parcel tersebut dan jangan dianggap sebagai gratifikasi. Sudah lazim dalam pergaulan diplomatik untuk saling kirim ucapan selamat menjelang perayaan suatu tahun baru dan biasanya juga disertai dengan parcel yang disesuaikan dengan kondisi setempat. Ketika saya bertugas di Eropa misalnya, sudah menjadi kebiasaan jika menjelang natal dan tahun baru kami mengirimkan kartu ucapan selamat disertai sebotol wine kepada beberapa kolega.

Kenapa Kedutaan Cina mengirimkan jeruk dan apel? Dari beberapa referensi diketahui bahwa bagi masyarakat Cina, buah dan tumbuhan dipandang sebagai pertanda bagi peruntungan manusia di masa depan. Dari sekian banyak buah, jeruk dan apel menjadi favorit karena terkait dengan makna selamat atau aman sentosa.  Dengan mengirimkan kedua jenis buah tersebut diharapkan si pengirim dan si penerima akan memperoleh keselamatan dan keadaan aman sentosa dalam hidupnya.

Menurut Hanna Fransisca, seorang penyair dan sastrawan, dalam artikelnya di Koran Jakarta, selain buah ada juga sajian kuliner lain yang muncul dalam tahun baru Cina adalah kue keranjang. Kue ini bermakna agar keluarga terus bersatu dan selalu bulat tekadnya menyambut tahun baru.  Konon pula kue yang rasanya manis ini merupakan salah satu persembahan kepada para Dewa agar mereka berbicara manis ketika turun ke bumi.

Selain kue keranjang, ada kue lapis legit yang melambangkan harapan agar rezeki pada tahun baru berlapis-lapis. Selanjutnya ada pula mi panjang melambangkan panjang umur dan ikan bermakna doa agar banyak rezeki. Itulah beberapa kuliner yang melambangkan kehidupan dan harapan akan datangnya kesuburan, kesehatan serta rezeki yang melimpah. Jika anda tahu kuliner yang lainnya, anda bisa menambahkannya disini.

Akhirnya di tahun baru Cina ini perkenankan saya turut mengucapkan “Gong Xi, Gongxi, Gongxi Fa Cai” (selamat, selamat, selamat berlimpah rezeki)

2 Responses to Tahun Baru Cina dan Kuliner

  1. lintang says:

    Kalau kuliner lain gak tahu, mas AHU tapi kalau angpao tahu :D

    Kalau di kantor saya, selain ucapan “Gong xi fa cai” ada tambahan “Hang bao na lai!” tentu saja diucapkan kepada teman-teman yang cukup dekat karena artinya kurang lebih “bring me red envelopes” ;)

  2. Aris Heru Utomo says:

    Saya —>Lintang “Hang bao na lai”

Leave a Reply

Silahkan komentar menggunakan akun facebook

Your email address will not be published. Required fields are marked *