Tradisi Doa Kekaisaran Sambut Imlek

China New Year RitualJumat 31 Januari 2014 menjadi hari pertama tahun baru kuda dalam dalam sistim penanggalan China yang didasarkan pada perhitungan bulan (lunar). Tepat saat pergantian tahun, masyarakat China menyambutnya dengan berkumpul bersama keluarga, menyalakan kembang api dan membunyikan petasan serta berdoa di kuil memohonkan berkah di tahun baru.

Di masa lalu, kegiatan memanjatkan doa di awal tahun baru bahkan dilakukan oleh para kaisar yang memerintah China. Kaisar China yang dipandang sebagai anak dari surga dan memerintah di bumi atas nama dan mewakili penguasa surga melakukan peribadatan di tempat yang dibangun khusus yang disebut dengan Kuil Surga (Temple of Heaven) yang selesai dibangun pada tahun 1420 oleh Kaisar Yongle dari Dinasti Ming (1368–1644).

Selama ratusan tahun kemudian kuil tersebut tetap dijadikan tempat peribadatan rutin oleh para kaisar China yang berkuasa pada masa Dinasti Ming dan Qing (1644-1911) dalam menyambut tahun baru untuk memanjatkan doa kepada Dewa Surga memohonkan panen yang baik di tahun yang baru.

Kuil Surga ini dibangun atas kawasan seluas 2,7 km2 yang terdiri dari taman dan tiga bangunan utama. Bangunan pertama adalah bangunan peribadatan, sebuah bangunan megah berbentuk bundar berdiameter 36 meter dan tinggi 38 meter dan dikelilingi halaman berundak tiga berlantai marmer, tempat kaisar memanjatkan doa. Bangunan kedua adalah bangunan yang berjarak sekitar 360 meter dari bangunan peribadatan yang disebut sebagai bangunan ‘kubah kerajaan surga’. Bangunan ini merupakan bangunan bundar berlantai satu yang dikelilingi tembok yang dapat memantulkan suara hingga jarak tertentu. Sedangkan bangunan ketiga adalah bangunan melingkar berundak tiga yang terletak di sebelah selatan bangunan ‘kubah kerajaan surga’. Bangunan ini didirikan sebagai tempat kaisar memanjatkan doa memohonkan diberi cuaca yang menguntungkan.

Dua kali dalam setahun kaisar dan rombongannya berjalan meninggalkan istana (sekarang terletak di ‘Kota Terlarang’ atau Forbidden City) melewati jalan-jalan di kota Beijing mengenakan jubah khusus dan berpuasa daging. Masyarakat biasa tidak diperkenankan melihat atau mengikuti prosesi doa yang dilakukan di komplek Kuil Surga. Kaisar berdoa memohonkan panen yang melimpah dan cuaca yang mendukung. Upacara dilaksanakan sesempurna mungkin, karena terdapat keyakinan bahwa kesalahan sekecil apapun bisa menjadi pertanda buruk bagi kehidupan di tahun mendatang.

Guna memberikan gambaran mengenai prosesi doa menyambut tahun baru yang dilakukan para kaisar China pada jaman dahulu, maka Pemerintah Kota Beijing setiap tahunnya menggelar acara unik berupa pertunjukan kolosal visualisasi prosesi doa yang dilakukan para kaisar pada jaman Dinasti Qing. Pertunjukkan selama sekitar 45 menit dilakukan di area bangunan pertama Kuil Surga yang memiliki lantai berundak tiga, tempat kaisar memanjatkan doa.

Pertunjukkan digelar selama 3 hari berturut-turut dan setiap harinya ditampilkan dua kali pertunjukkan yaitu pagi hari sekitar pukul 09.30 dan siang hari sekitar pukul 14.00. Untuk menyaksikan pertunjukan ini para pengunjung tidak dikenakan biaya khusus atau biaya tambahan, cukup membayar tiket masuk normal ke bangunan utama Kuil Surga sebesar 20 yuan (sekitar 40 ribu rupiah).

China New Year Ritual 4 penontonSaya dan keluarga yang tiba di Kuil Surga sekitar pukul 13.00 menyaksikan ribuan orang sudah memadati halaman bangunan pertama di Kuil Surga. Karena kawasan di Kuil Surga merupakan kawasan terbuka, maka selama pertunjukan tidak ada yang namanya kursi penonton. Para pengunjung dipersilahkan menonton sambil berdiri di seluruh halaman Kuil Surga yang tidak digunakan sebagai tempat pertunjukan. Karena itu pula, tidak sedikit diantaranya yang sejak awal berupaya menempatkan diri di tempat-tempat strategis agar dapat menyaksikan pertunjukan dengan nyaman. Sementara para polisi mulai mengatur dan menggelar garis pembatas agar para pengunjung yang berdesakan tidak mengganggu jalannya pertunjukan.

Pertunjukan diawali dengan masuknya serombongan pemain dari halaman samping ke halaman tengah. Mereka mengenakan kostum tradisional berwarna biru kehijauan yang dikenakan pada masa Dinasti Qing, lengkap dengan rambut panjang terkuncir. Mereka ini adalah pemain yang berperan sebagai ‘pegawai kerajaan’ yang bertugas membawa payung-payung kerajaan. Sementara dari pintu gerbang kuil, masuk puluhan pemain yang berperan sebagai tentara siap tempur dengan kostum berwarna coklat, coklat muda, pink dan kuning

China New Year Ritual 3Para tentara ini kemudian secara bergantian maju ke tengah halaman untuk memperlihatkan keahlian bela diri yang mereka miliki termasuk penggunaan peralatan perang berupa pedang, tombak dan pecut.

Usai pertunjukan bela diri, didahului rombongan prajurit berkostum kuning yang bertugas membawa bendera panji-panji kerajaan, masuklah rombongan pejabat tinggi kerajaan yang dipimpin perdana menteri, dan para pengawal istana. Di halaman kuil, para prajurit berkostum biru dan oranye kemudian berbaris rapih di tengah halaman menghadap pintu utama kuil, sedangkan prajurit yang menjadi petugas membawa bendera panji-panji kerajaan menaiki tangga menuju halaman di lantai pertama. Mereka berdiri tegak di halaman lantai pertama dan anak tangga sambil mengibarkan bendera yang mereka bawa.

Setelah semua prajurit pembawa bendera panji-panji kerajaan bersiap di seluruh anak tangga menuju halaman pertama kuil, perdana menteri dan pejabat tinggi kerajaan kemudian menaiki tangga dan berhenti di halaman lantai pertama untuk memanjatkan doa. Usai berdoa, perdana menteri dan para pejabat tinggi kerajaan kemudian menghadap ke halaman tengah kuil untuk menyaksikan rangkaian kegiatan selanjutnya yang dibawakan para ‘prajurit istana’ berseragam biru dan oranye diiringi bunyi bedug raksasa yang ditabuh seorang prajurit.

Selama sekitar 15 menit para prajurit istana berkostum biru kehijauan mempertunjukkan ritual ibadah memohon agar diperoleh hasil panen yang baik. Sementara prajurit istana berkostum oranye dan membawa busur berdoa agar perburuan yang mereka lakukan berjalan dengan baik dan mendapat hasil buruan yang dapat mencukupi kehidupan mereka.

Menyaksikan pertunjukan kolosal yang begitu menarik dan alur pertunjukan yang berjalan mulus, waktu pertunjukkan selama 45 menit pun berakhir dengan begitu cepat. Dengan panggung megah dan alami berupa Kuil Surga itu sendiri, pengemasan yang apik dan para pemain yang menjiwai perannya, pertunjukan pun terasa begitu hidup. Kita seolah dibawa ke masa kejayaan Kekaisaran China di masa lalu.. Dan jika di masa lalu rakyat biasa tidak diperkenankan menyaksikan prosesi doa yang dilakukan kaisar, maka kini masyarakat luas dapat menyaksikannya setiap tahun dan merasakan sebagai peserta upacara, meski hanya melalui sepenggal visualisasi prosesi doa.

Namun seperti halnya tak ada gading yang tak retak, maka dalam pertunjukan siang ini saya mendapati sedikit kekurangan yaitu tidak adanya pemain yang memerankan tokoh kaisar China. Tokoh sentral pada pertunjukkan siang ini adalah perdana menteri. Tanpa tokoh kaisar serasa sedikit hambar, karena seperti dimaknakan dari pendirian Kuil Surga itu sendiri, kaisar adalah anak dari surga dan memerintah bumi dengan amanat dari penguasa surga pula, maka hanya kaisar lah yang pas memimpin dan memanjatkan doa di Kuil Surga.

Leave a Reply

Silahkan komentar menggunakan akun facebook

Your email address will not be published. Required fields are marked *