Weiplomacy: Diplomasi di Jejaring Sosial Media China

Istilah weiplomacy merujuk pada kegiatan diplomasi publik yang dilakukan berbagai kedutaan asing di Beijing yang marak memanfaatkan situs jejaring sosial media atau mikro blog di China yang disebut Weibo. Melalui Weibo, mereka menyebarluaskan informasi tentang negaranya atau kegiatan kedutaan kepada publik dalam bahasa Mandarin.

Seperti halnya Twiiter yang dapat diakses dengan lebih mudah dibandingkan blog, khususnya akses melalui telepon genggam, Weibo pun dapat lebih mudah diakses karena hanya memuat 140 karakter setiap kali menuliskan pesan.

Dengan kemudahan seperti tersebut di atas, tidak mengherankan jika banyak pengguna internet yang memilih weibo untuk mengirimkan pesan. Penyebarluasan informasi pun menjadi lebih efektif karena jumlah penggunanya tidak kalah banyaknya dibanding pengguna situs jejaring sosial media Barat seperti Twitter. Menurut data iResearch tahun 2011, terdapat sekitar 300 juta pengguna situs jejaring sosial Weibo dari sekitar 500 juta pengguna internet di China. Mereka menggunakan berbagai platform Weibo seperti Sina Weibo, Tencent Weibo dan Baidu.  

Tidak ingin tertinggal dengan kedutaan asing lain di Beijing, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing pun memanfaatkan Weibo untuk menyebarluaskan informasi. Bekerjasama dengan ASEAN China Center dan Sina Weibo (situs Weibo terbesar di China dengan pengguna sekitar 150 juta orang), KBRI Beijing menggelar dialog online pada 15 Mei 2012. Bertindak sebagai nara sumber adalah Duta Besar RI Imron Cotan yang menjawab langsung setiap pertanyaan yang masuk dari para pengguna Weibo.

Dengan penuh semangat Duta Besar Imron Cotan menjawab sebagian besar pertanyaan dari komputer di meja kerjanya. Tentu saja setelah pertanyaan-pertanyaan tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh staf ASEAN China Center. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut diberikan dalam bahasa Inggris dan diterjemahkan pula ke dalam bahasa Mandarin oleh staf KBRI Beijing.

Selama hampir dua jam Duta Besar Imron Cotan menjawab beragam pertanyaan mulai dari hubungan kerjasama bilateral RI-RRT, tempat wisata dan situasi keamanan di Indonesia, hingga pengalaman pribadi yang paling menarik bagi Duta Besar Imron Cotan selama bertugas di Beijing. Semua dijawab dalam satu postingan singkat tidak lebih dari 140 karakter. Jika dirasakan kurang, jawaban bisa ditambahkan pada postingan-postingan tambahan yang masing-masing juga tidak lebih dari 140 karakter.

Langkah memanfaatkan jejaring sosial media atau mikro blog di China merupakan suatu terobosan yang semakin memperkokoh pandangan bahwa diplomasi publik pada saat ini tidak lagi terpaku pada saluran resmi pemerintah. Komunikasi pun tidak selalu terpaku pada jalur formal, tetapi juga informal. Dan bentuk komunikasi pun terus berkembang di masa mendatang, semakin beragam dan berorientasi ke publik.  Dan penggunaan jejaring sosial media tau mikro blog di China bisa menjadi pilihan komunikasi baru untuk menjangkau masyarakat, khususnya kalangan muda di China.

Leave a Reply

Silahkan komentar menggunakan akun facebook

Your email address will not be published. Required fields are marked *